SketsaNusantara.id – Mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, kembali menjadi sorotan usai menanggapi polemik dugaan aksi demonstrasi bayaran yang belakangan ramai diperbincangkan publik.
Isu tersebut mencuat setelah beredar video viral yang menunjukkan bahwa Ketua BEM Universitas Bung Karno (UBK), Muhammad Abdi Maludin, mengaku telah menerima uang usai mengikuti aksi demonstrasi dan bertemu dengan Gibran Rakabuming Raka di Istana Wapres.
Pengakuan itu memicu perdebatan luas mengenai independensi gerakan mahasiswa sekaligus munculnya dugaan adanya mobilisasi massa dalam sejumlah aksi unjuk rasa.
Menanggapi fenomena tersebut, Tiyo mengaku melihat adanya pola yang menarik, terutama setelah mendengar pidato Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya sempat menyatakan bahwa ia mengetahui pihak yang berada di balik aksi demonstrasi berbayar.
Dalam pernyataannya, Tiyo justru melontarkan kritik tajam dengan mengaitkan fenomena tersebut dengan munculnya aksi-aksi tandingan yang memberikan dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sebagaimana diketahui, di tengah gelombang demonstrasi mahasiswa yang mengkritik program MBG karena dinilai membebani anggaran negara, belakangan juga muncul sejumlah aksi yang justru menyuarakan dukungan terhadap program unggulan pemerintah tersebut.
Tiyo juga mengaitkan hal tersebut dengan pernyataan Prabowo Subianto dalam pidato Presiden belakangan ini yang mengetahui siapa yang membayar aksi demo tersebut.
"Kemarin itu Pak Prabowo pidato, disampaikan bahwa beliau tahu siapa yang bayar-bayar demo. Mungkin beliau tidak hanya tahu, tapi beliaulah bagian yang terlibat untuk membayar demo itu," ujar Tiyo, dikutip SketsaNusantara.id dari tayangan yang diunggah di kanal YouTube Kompas TV, Kamis, 25 Juni 2026.
Menurut Tiyo, fenomena dugaan mobilisasi massa untuk mati-marian mendukung suatu program pemerintah merupakan sesuatu yang tidak lazim.
Ia menduga ada pihak-pihak yang 'kepanasan' hingga memobilisasi massa untuk menyatakan dukungan terhadap program MBG yang selama ini mendapat sorotan tajam di masyarakat.
"Ini yang paling menarik, ada fenomena orang-orang disewa seperti kasus UBK kemarin, mahasiswa dibayar saat demo. Baru kali ini lho, ada program yang dibela mati-matian seperti MBG, sampai ada mobilisasi massa untuk mendukung program ini," kata Tiyo.
"Saya kira ini sebenarnya ekspresi kepanikan istana di dalam merespons banyak sekali kritikan pada MBG. Dan ini wajah dari pemerintahan yang sebenarnya sangat kolonial," tandasnya.
Artikel Terkait
Siapa Ketua BEM UGM? Ini Profil Tiyo Ardianto yang Mengaku Diteror Usai Kirim Surat ke UNICEF Suarakan Tragedi Kematian Siswa SD di NTT
Apa Itu PBX Finder? Mengenal Alat Pelacak yang Ditemukan di Kolong Mobil Mantan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto
Tanggapi Isu Penghentian Program MBG, Politisi Gerindra DPRD Jember: Bukan Ditutup Tapi Harus Ada Evaluasi di Masing-Masing SPPG
Apa itu Friksi Ekonomi? Inilah Arti Istilah yang Muncul di Tengah Ramainya Kritik Pemadaman Listrik Bergilir yang Merugikan Perekonomian Masyarakat
Viral di Medsos, Wakil Rektor UNY Sebut Spanduk Kritik Mahasiswa Sampah hingga Adu Mulut soal Kebijakan SPPG