SketsaNusantara.id - Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditunggu-tunggu siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif NU Ngering, Dusun Ngering, Desa Legok, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, akhirnya datang.
Sebelumnya, para guru meminta para siswa membawa wadah atau tempat makan untuk wadah MBG yang tidak habis.
Namun, MBG yang ditunggu-tunggu tak kunjung datang meski para siswa sudah siap membawa wadah untuk sisa makanan.
Selang sekitar seminggu, mobil MBG yang ditunggu-tunggu pun datang pada Selasa, 5 Mei 2026.
Saat itu tidak semua siswa masuk karena kelas 6 sedang menjalani Ujian Madrasah (UM). Siswa yang masuk hanya siswa kelas 2, 3, dan 6.
Siswa pun gembira menyambut MBG datang. Mobil pengangkut MBG pun parkir di halaman sekolah dan wadah atau ompreng MBG dikeluarkan dan dibagikan ke tiga kelas berisi siswa yang sedang sekolah dan ujian.
Baca Juga: Program MPP Mini, DPRD Jember Apresiasi Pelayanan Publik Mudah di Kecamatan
Setelah bersama-sama membaca doa, ompreng pun dibuka. Sayangnya, menu perdana itu dianggap sejumlah wali murid kurang memenuhi syarat.
Menu yang disajikan terdiri dari nasi, lauk berupa ayam goreng, sambal atau saus, tempe 1 iris, mentimun 1 iris, dan jeruk 1 buah.
Bisa dibilang menu yang disajikan “keringan” atau dalam bahasa Jawa disebut “garingan” karena tanpa sayur tumis atau kuah.
Padahal menurut ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN) yang bertanggung jawab pada operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG, menu MBG harus terdiri dari nasi, lauk, sayur, dan buah sebagaimana tertera dalam kanal tanya jawab dalam website BGN (https://www.bgn.go.id/faq).
Menu perdana yang diterima siswa MI Ma’arif NU Ngering tersebut bisa dianggap tidak ada sayurnya dan diduga sayur diganti dengan mentimun satu iris.