Namun, pada menu MBG yang dibagikan Rabu, 6 Mei 2026, dan seterusnya sudah sesuai komposisi, termasuk sayur di dalamnya, dan semua siswa kelas 1 sampai kelas 6 di MI setempat menerima jatah MBG.
“Saya berharap SPPG konsisten menyajikan menu sebagaimana aturan dari pemerintah atau BGN (Badan Gizi Nasional). Kita berhak komplain jika ada yang kurang baik atau tidak memenuhi syarat,” kata salah satu wali murid yang enggan disebut namanya.
Wali murid juga berharap pihak sekolah berani menolak untuk menandatangani persetujuan menu MBG yang dikirim jika memang tidak memenuhi syarat.
“Sekolah jangan hanya menerima begitu saja. Anggaran pemerintah untuk MBG juga diambilkan dari pajak masyarakat termasuk pajak dari gaji guru-guru. Jadi harus kompak antara wali murid dan guru,” katanya.
Menurut informasi yang dihimpun, MBG tersebut diproduksi SPPG Yayasan Ar Rohmah yang beralamat di Dusun Tempel, Dusun Tempel, Desa Legok, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. SPPG ini baru diresmikan Senin, 4 Mei 2026.
Baca Juga: Pramono Anung Ancam Tindak Tegas Sekolah Swasta Gratis yang Masih Pungut Biaya dari Siswa
Saat dikonfirmasi, Kepala SPPG Yayasan Ar Rohmah, Rif’a Maulana, membenarkan jika menu MBG yang dibagikan pada Selasa, 5 Mei 2026, tidak ada sayur di dalamnya.
“Memang enggak ada sayurnya, di menunya enggak ada, itu khan dari ahli gizinya menunya, bukan dari saya,” katanya saat dikonfirmasi.
Rif’a mengatakan SPPG Yayasan Ar Rohmah melayani 800 siswa dari 21 sekolah mulai TK hingga SD/MI dan dilakukan secara bertahap.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Klarifikasi BGN soal 19 Ribu Sapi per Hari untuk MBG, Dadan Sebut Hanya Pengandaian
Viral! Pegawai SPPG Joget Sambil Masak MBG, Netizen Soroti Higienitas
MBG Harus Jalan Terus: Kembalikan Kepercayaan Publik, Kepala BGN dan Jajarannya Legowo mundur!