news

Fakta Baru Kasus Daycare Banda Aceh, 3 Pengasuh Jadi Tersangka, Dugaan Penganiayaan Balita Terungkap dari CCTV

Kamis, 30 April 2026 | 21:00 WIB
Daycare di Aceh lakukan kekerasan pada anak (Twitter @txtdarigenz97)

SketsaNusantara.id - Kasus dugaan penganiayaan balita di sebuah daycare di Banda Aceh menjadi perhatian publik. Peristiwa ini melibatkan anak berusia 18 bulan sebagai korban.

Penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian terus berkembang dalam beberapa hari terakhir. Hasilnya, jumlah tersangka dalam kasus tersebut bertambah.

Polresta Banda Aceh menetapkan dua tersangka baru dalam perkara ini. Ketiganya diketahui merupakan pengasuh di tempat penitipan anak tersebut.

Baca Juga: Viral Daycare di Khalifah Aceh 3 Lakukan Kekerasan, Balita Diduga Ditampar hingga Dibanting oleh Pengasuh

Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menggelar perkara secara menyeluruh. Dalam proses tersebut ditemukan bukti yang memperkuat dugaan tindak kekerasan.

"Kami sudah menyelesaikan gelar perkara, di mana dalam proses ini ditemukan fakta-fakta serta dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan dua tersangka baru," ungkap Kompol Miftahuda Dizha Fezuono.

Sebelumnya, satu orang pengasuh berinisial DS telah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka. Namun, penyelidikan lanjutan mengungkap keterlibatan pihak lain.

Baca Juga: Respons PN Tais soal Nama Hakim yang Muncul sebagai Ketua Dewan Pembina Daycare Little Aresha Yogyakarta

Dua tersangka tambahan masing-masing berinisial RY dan NS. Keduanya juga bekerja sebagai pengasuh di daycare tersebut.

Dalam pemeriksaan, ditemukan adanya dugaan kekerasan terhadap balita. Tindakan tersebut disebut dilakukan secara berulang dalam periode tertentu.

"RY dan NS melakukan tindakan penganiayaan atau kekerasan terhadap dua balita dengan cara mencubit pipi, menjewer telinga, dan memukul bagian pantat secara berulang kali," tambahnya.

Polisi juga telah mengumpulkan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Salah satu yang menjadi perhatian adalah rekaman kamera pengawas atau CCTV.

Rekaman tersebut dianalisis untuk memperkuat rangkaian peristiwa yang terjadi. Selain itu, penyidik juga mulai memeriksa orang tua dari korban.

Dari hasil penyelidikan, diketahui adanya motif di balik tindakan tersebut. Para tersangka disebut merasa kesal terhadap korban.

Halaman:

Tags

Terkini