“Kedua, penanaman pohon kembali digalakkan bukan sekadar untuk penghijauan, melainkan sebagai benteng alami pemecah angin (windbreaker) dan penyerap cadangan air tanah,” jelasnya.
Baca Juga: Sungai Pakel Meluap, BPBD Jember Gerak Cepat Tangani Pemukiman Warga yang Terendam Lumpur
Ketiga, mengaktifkan jejaring komunikasi warga untuk melaporkan tanda-tanda awal bencana secara seketika kepada otoritas terkait.
Langkah-langkah preventif ini diharapkan mampu mengikis status supermarket bencana yang kini disandang Jember, sekaligus membangun ketangguhan masyarakat dalam menghadapi ketidakpastian iklim di masa depan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI