Minggu, 19 Juli 2026

Cegah Bencana, BPBD Jember dan Relawan Petakan Risiko Bencana di Kawasan Danau Tunjung Jember

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Kamis, 12 Maret 2026 | 20:00 WIB
BPBD Jember melakukan koordinasi. (Dok BPBD Jember)
BPBD Jember melakukan koordinasi. (Dok BPBD Jember)

SketsaNusantara.id – Langkah proaktif dalam meminimalisir dampak bencana alam terus digalakkan di wilayah Kabupaten Jember.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember menginisiasi agenda penguatan kapasitas mitigasi yang difokuskan pada kawasan aliran Danau Tunjung.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Suci, Kecamatan Panti, ini menggalang kolaborasi antara birokrasi, praktisi kebencanaan, dan warga setempat.

Baca Juga: Sungai Pakel Meluap, BPBD Jember Gerak Cepat Tangani Pemukiman Warga yang Terendam Lumpur

Digelar selama dua hari pada 9 dan 11 Maret 2026, program tersebut bertujuan mempertajam kesiapsiagaan kolektif. Terutama bagi desa-desa yang berada di lintasan aliran air Danau Tunjung, mencakup wilayah Panti hingga Rambipuji.

Agenda dimulai dengan peninjauan langsung ke titik-titik krusial seperti Dam Lo dan Dam Ampel.

“Observasi itu krusial untuk memetakan dinamika debit air dan mengidentifikasi anomali yang berpotensi memicu banjir bandang atau luapan air saat intensitas hujan meningkat,” ungkap Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Terjang Mayang, BPBD Jember: Dua Rumah Warga Rusak Tertimpa Pohon Tumbang

Berdasar hasil pantauan lapangan tersebut kemudian dikonversikan menjadi instrumen mitigasi konkret.

Di antaranya, menentukan zona-zona dengan tingkat kerawanan tinggi, mengidentifikasi lokasi aman untuk evakuasi darurat.

Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, menegaskan bahwa mitigasi berbasis data lapangan adalah kunci. Menurut dia, pemahaman yang seragam antara pemerintah desa dan relawan akan mempercepat respons saat terjadi situasi darurat.

Baca Juga: BPBD Jember Petakan 27 Titik Kerusakan Infrastruktur Pasca Bencana, Prioritaskan Rekonstruksi Dinding Penahan Tanah

"Dengan pemetaan yang presisi, kita tidak hanya menebak risiko, tapi menyiapkan jalur penyelamatan yang paling efektif bagi masyarakat," ujar Edy.

Senada dengan hal tersebut, Anggota Komisi D DPRD Jember, Sunarsi Khoris, menekankan bahwa perlindungan masyarakat adalah tanggung jawab bersama.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X