Minggu, 19 Juli 2026

Cuaca Ekstrem Intai Puncak Mudik, BPBD Jember Ingatkan Para Wisatawan untuk Waspada

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Jumat, 27 Maret 2026 | 17:42 WIB
BPBD Jember memberikan informasi terkait cuaca ekstrem. (Dok BPBD Jember)
BPBD Jember memberikan informasi terkait cuaca ekstrem. (Dok BPBD Jember)

SketsaNusantara.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember meningkatkan status kewaspadaan menyusul prediksi cuaca buruk yang akan melanda wilayah Jawa Timur hingga 27 Maret 2026.

Fokus pengamanan kini diarahkan pada mitigasi bencana hidrometeorologi di tengah lonjakan arus mudik dan kunjungan wisatawan ke pesisir selatan.

Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan peringatan dini dari BMKG terkait potensi hujan lebat yang diprediksi terjadi secara merata.

Baca Juga: Cegah Bencana, BPBD Jember dan Relawan Petakan Risiko Bencana di Kawasan Danau Tunjung Jember

"Kami menerima data teknis bahwa hingga 27 Maret, wilayah kita berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Kondisi atmosferik ini sangat rawan memicu luapan air maupun tanah longsor, terutama di jalur-jalur utama menuju destinasi wisata," tegas Edy Budi Susilo, Jumat 27 Maret 2026.

Selain ancaman dari langit, Edy menyoroti kondisi perairan selatan Jember seperti Pantai Papuma, Watu Ulo, dan Paseban yang sedang tidak stabil. Berdasar pantauan Tim Reaksi Cepat (TRC) di lapangan, ketinggian gelombang saat ini mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.

Meskipun situasi di lokasi wisata terpantau cerah berawan pada siang hari, Edy mengingatkan bahwa perubahan cuaca bisa terjadi secara mendadak. Ia melarang keras wisatawan untuk berenang atau beraktivitas terlalu dekat dengan garis pantai guna menghindari kecelakaan laut.

Baca Juga: Sungai Pakel Meluap, BPBD Jember Gerak Cepat Tangani Pemukiman Warga yang Terendam Lumpur

Dalam mendukung Operasi Ketupat Semeru 2026, BPBD Jember bertindak sebagai motor penggerak yang menyatukan personel dari TNI, Polri, Satpol PP, hingga relawan komunikasi seperti RAPI dan ORARI.

Patroli intensif dilakukan sejak sore hari untuk memantau stabilitas lereng di jalur perbukitan serta debit air sungai.

"Personel kami tidak hanya berjaga di bibir pantai, tetapi juga melakukan skrining pada titik-titik rawan longsor. Keselamatan pemudik dan pelancong adalah prioritas holistik yang kami kawal 24 jam," tambah Edy.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Terjang Mayang, BPBD Jember: Dua Rumah Warga Rusak Tertimpa Pohon Tumbang

Sebagai langkah antisipasi cepat, BPBD Jember telah menyiagakan pusat komando yang siap menerima laporan darurat kapan saja.

“Masyarakat yang menjumpai situasi berbahaya atau membutuhkan bantuan evakuasi diminta segera menghubungi Call Center Pusdalops BPBD Jember via WhatsApp di nomor 0851-1103-8166,” sambungnya.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X