Hal itu menurut Martadi dilakukan agar tak menimbulkan kegaduhan dan mengganggu konsentrasi peserta yang lain.
Namun setelah selesai ujian, pihak kepolisian dan tim keamanan sudah bersiap untuk melakukan investigasi.
Saat dilakukan investigasi, pelaku joki tersebut tidak mengakui perbuatannya dan saat diperiksa ia juga tak membawa identitasnya sendiri, namun membawa identitas orang yang ia joki.
"Saat dilakukan investigasi ia tidak mengaku, yang bersangkutan juga tidak dibekali identitas-identitas diri selain 1 print ijazah yang dipalsukan itu serta KTP anak yang di joki, tampaknya si joki ini memang betul-betul dipersiapkan," tegasnya.
Baca Juga: Rektor UIN Suska Riau Kecam Insiden Penyerangan Mahasiswi, Bakal Kawal Proses Hukum hingga Tuntas
Dari hasil pemeriksaan tersebut Martadi berkesimpulan bahwa joki tersebut memang betul-betul telah dipersiapkan sedemikian rupa sehingga hanya membawa dokumen pihak yang di joki.
Untuk itu sebagai bentuk kroscek, maka UNESA kemudian menghubungi pihak sekolah yang bersangkutan sehingga kemudian ditemukan bahwa itu tindakan pemalsuan dan tindakan kriminal pada kasus perjokian.
Untuk itu saat ini kasus tersebut sedang didalami pihak kepolisian dan pihak kampus menegaskan akan mengambil langkah antisipatif agar kasus serupa tak terjadi lagi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!