SketsaNusantara.id - Di tengah merebaknya tindakan asusila yang dilakukan sejumlah mahasiswa di berbagai universitas ternama Indonesia, media sosial kembali digegerkan dengan terkuaknya dugaan pelecehan seksual yang dilakukan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jember (FH Unej).
Kasus ini mencuat dari unggahan salah satu warganet yang viral di platform X (dulu Twitter). Dalam serangkaian postingan tersebut, terungkap kronologi awal terungkapnya kasus ini yang sudah diketahui sejak tahun 2024 lalu.
Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa pelaku (inisial JS) ketahuan menyimpan foto-foto tak senonoh yang tersimpan dalam folder tersembunyi di ponselnya.
"Tindak pelecehan seksual oleh mahasiswa Fakultas Hukum UNEJ Angkatan 2023 bernama Jonathan Ereino Marudut Tua Simanjuntak," tulis akun @sp3akyourp4in dikutip SketsaNusantara.id dari utas panjang yang diunggah pada hari Kamis, 16 April 2026.
"Semua bermula saat M yang menjalin hubungan dengan pelaku menemukan hidden file (tersembunyi) di galeri pada 28 Mei 2024," terangnya.
Unggahan tersebut mencuri perhatian publik, terlebih foto korban yang disimpan dalam galeri pelaku ternyata adalah teman pacarnya sendiri dan diduga korban lebih dari 1 orang.
Baca Juga: Ketua DPR Puan Maharani Desak Pengusutan Tuntas Kasus Pelecehan Seksual di Kampus UI dan ITB
"Saat dibuka, (dalam hidden folder) ditemukan banyak sekali screenshot dan foto perempuan teman-teman M dan pelaku zoom pada bagian sensitif," ungkapnya.
Banyak dari foto perempuan itu adalah teman dekat M sendiri, bahkan yang sering hangout dengan pelaku tanpa mencurigai apapun," imbuhnya.
Pelaku diminta untuk menghapus foto tak senonoh dan M yang merasa bersalah atas perbuatan pacarnya itu meminta maaf kepada para korban.
Seiring waktu, masalah ini seolah menjadi angin lalu dan para korban meminta pelaku untuk tidak mengulangi perbuatannya. Meski begitu, para korban masih merasa takut dan khawatir.
Kasus dugaan pelecehan terhadap perempuan ini masih ramai jadi perhatian. Bahkan foto-foto yang menunjukkan wajah pelaku tersebar luas yang seketika ramai jadi sorotan publik.