SketsaNusantara.id - Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) per 1 April 2026, telah diputuskan pemerintah bahwa harganya masih sama seperti sebelumnya.
Melihat fenomena yang terjadi di tengah masyarakat, Fraksi Gerindra DPRD Jember secara tegas menyatakan bahwa harga BBM subsidi maupun non subsidi hingga saat ini masih sama.
“Kami terus memantau perkembangan dan dinamika masyarakat terkait isu kenaikan harga BBM, dan Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan bahwa tidak ada kenaikan harga,” ujar Wakil Ketua Komisi B DPRD Jember Hasan Basuki, saat dikonfirmasi Rabu 1 April 2026.
Ia mengatakan, dinamika geopolitik di Timur Tengah antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran, yang berujung pembatasan selat Hormuz memang menjadi pemicu kenaikan harga minyak dunia.
“Ini memang efek perang di Timur Tengah, sehingga harga minyak dunia sudah melonjak dan hal ini menjadi atensi semua negara,” imbuhnya.
Kendati demikian, Hasan telah menyampaikan bahwa kondisi ini membuat berbagai negara menaikan harga BBM, namun untuk di Indonesia masih tetap.
“Pemerintah mengambil kebijakannyang strategis untuk menanggapi persoalan BBM, karena hal ini sangat mempengaruhi kondisi sosial masyarakat,” ungkapnya.
“Maka, berdasarkan berbagai pertimbangan tersebut BBM khususnya di Indonesia masih tetap sama harganya dan tidak perlu khawatir,” sambungnya.
Masyarakat Tak Perlu Panic Buying
Anggota Fraksi Gerindra ini menyampaikan, fenomena kenaikan harga BBM ini kerap menjadi isu yang sangat sensitif dikalangan masyarakat.
“Pasalnya banyak yang menyampaikan bahwa akan naik, sehingga menjadi pemicu masyarakat membeli dengan berlebihan. Misalnya biasanya membeli Rp15.000 karena panic buying jadi beli Rp50.000,” paparnya.