SketsaNusantara.id - Pasca program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan), Fraksi PPP DPRD Jember menilai langkah mempercepat proses serap aspirasi hingga pelayanan publik.
Hal ini dikarenakan, dalam gelaran Bunga Desaku menjadi langkah konkret Pemerintah Kabupaten Jember dalam memecahkan permasalahan di bawah.
Wakil Ketua Fraksi PPP DPRD Jember Ahmad Ibnu Baqir mengatakan, langkah yang diambil bupati dalam menjalankan program Bunga Desaku ini bisa menyerap aspirasi langsung.
Baca Juga: Akselerasi Layanan Adminduk, Pemkab Jember Rampungkan Ribuan Dokumen Lewat Program Bunga Desaku
“Banyak masukan dari warga termasuk persoalan tanah, adminduk hingga infrastruktur yang disampaikan dan bisa dieksekusi langsung,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis 26 Maret 2026.
Terkait dengan pelaksanaannya, Ibnu menyampaikan dalam pengambilan keputusan pelaksanaan program tersebut harus melalui perhitungan yang jelas sehingga tidak memberatkan APBD di tengah kondisi efisiensi saat ini.
“Kami berharap berbagai program yang dilakukan dalam perhitungan yang matang, sehingga saat dieksekusi bisa tepat sasaran dan muncul berbagai kebijakan terhadap masyarakat,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, salah satunya keluhan terkait pelayanan publik seperti kesehatan, pendidikan hingga insfrastruktur yang kerap menjadi aspirasi warga.
“Soal kesehatan banyak yang kesulitan atau kebingungan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan gratis, sehingga bisa diketahui problem di bawah seperti apa dan langsung menginstruksikan kepada OPD terkait untuk mengeksekusinya,” paparnya.
“Kemudian soal pendidikan yakni beasiswa, bupati bisa langsung mendengar aspirasi warga khususnya anak-anak yang bisa mendapatkan pendidikan tinggi dari pemerintah,” sambungnya.
Di sisi lain, Anggota Komisi B DPRD Jember ini juga menyebutkan kalau pemerintah bisa mendapatkan masukan terkait perbaikan infrastruktur jalan khususnya.
“Jadi bisa lihat skala prioritasnya di mana saja jalan yang perlu mendapatkan perbaikan terlebih dahulu, sehingga tepat sasaran,” terangnya.
Artikel Terkait
Penyusunan Data e-RDKK Bermasalah, Komisi B DPRD Jember Siap Bongkar Dugaan Mafia Pupuk: Ini Merugikan Petani
Sektor Infrastruktur Jadi Sorotan, DPRD Jember Dukung Optimalisasi Kanal Wadul Gus E
Sidak Kios Pupuk Bersubsidi di Kecamatan Wuluhan, DPRD Jember Temukan Masalah Pasca Pemutakhiran e-RDKK
Dorong Ketahanan Pangan dan Swasembada, Komisi B DPRD Jember Pastikan Distribusi Pupuk Bersubsidi Harus Tepat Sasaran
Dorong Pelaksanaan MBG Berjalan Optimal, Ketua DPRD Jember: SPPG Harus Patuhi Standar BGN
Kabel Jaringan Semrawut dan Ilegal, DPRD Jember Segera Rampungkan Perda Utilitas: Sanksi Tegas Menanti
Diduga Picu Keracunan MBG, Fraksi Gerindra DPRD Jember Soroti Kinerja Tak Profesional SPPG: Rekomendasi Cabut Izinnya
DPRD Jember Dorong Layanan Home Care Prioritaskan Kawasan Pelosok Pedesaan
DPRD Jember Resmi Ajukan Fatmawati dari Fraksi NasDem sebagai Wakil Ketua, Gantikan Dedy Dwi Setiawan yang Sedang Terjerat Kasus Korupsi
Ketua Komisi C DPRD Jember Sebut Keberadaan Program Bunga Desaku Sesuai dengan Misi Presiden RI Prabowo Subianto