Pesawat tersebut merupakan armada charter atau kargo pengangkut bahan bakar yang diawaki 1 pilot, tanpa awak kabin dan tidak mengangkut penumpang.
3. Pesawat dalam kondisi Layak Terbang
Pihak Pelita Air juga menyatakan pesawat berjenis Air Tractor AT-802 itu dalam kondisi laik terbang. Pesawat diketahui telah menjalani perawatan rutin berupa pemeriksaan cek 100 jam dan 200 jam terakhir kali dilakukan pada 11 Februari 2026.
Baca Juga: KNKT Ungkap Kemungkinan Penyebab Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Maros
KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) bersama otoritas terkait masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan ini.
4. Kondisi Pesawat Hancur, Pilot Tewas
Berdasarkan video yang beredar, diketahui kondisi fisik pesawat Pelita Air ditemukan dalam kondisi hancur dan terbakar. Tampak ekor pesawat terdapat logo Pelita Air dengan warna hijau, biru dan merah, ditemukan tak jauh dari badan kerangka sekitar lokasi jatuhnya pesawat di tengah hutan.
Captain Hendrick Lodewyck Adam yang menjadi pilot tunggal pesawat tersebut ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian.
5. Dugaan Penyebab Kecelakaan Pesawat
Dugaan sementara kecelakaan pesawat ini kemungkinan karena cuaca ekstrem. Lokasi kejadian berada di daerah pegunungan dengan medan yang berat, sering kali menjadi tantangan dalam penerbangan perintis di Kalimantan Utara.
Hingga kini, KNKT belum memberikan keterangan lebih lanjut atau verifikasi resmi karena pihaknya masih dalam proses investigasi di lapangan untuk mencari keberadaan black box yang belum teridentifikasi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini