Kamis, 4 Juni 2026

5 Fakta Kecelakaan Pesawat Pelita Air yang Jatuh di Nunukan Kaltara saat Mengangkut BBM untuk Masyarakat Pedalaman Krayan, Begini Kronologinya

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Jumat, 20 Februari 2026 | 12:00 WIB
Potret pesawat Pelita Air yang dikabarkan jatuh di area pegunungan Kalimantan Utara saat melakukan pendistribusian BBM ke daerah pedalaman Krayan (Instagram/pelita.air)
Potret pesawat Pelita Air yang dikabarkan jatuh di area pegunungan Kalimantan Utara saat melakukan pendistribusian BBM ke daerah pedalaman Krayan (Instagram/pelita.air)

Pesawat tersebut merupakan armada charter atau kargo pengangkut bahan bakar yang diawaki 1 pilot, tanpa awak kabin dan tidak mengangkut penumpang.

3. Pesawat dalam kondisi Layak Terbang

Pihak Pelita Air juga menyatakan pesawat berjenis Air Tractor AT-802 itu dalam kondisi laik terbang. Pesawat diketahui telah menjalani perawatan rutin berupa pemeriksaan cek 100 jam dan 200 jam terakhir kali dilakukan pada 11 Februari 2026.

Baca Juga: KNKT Ungkap Kemungkinan Penyebab Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Maros

KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) bersama otoritas terkait masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan ini.

4. Kondisi Pesawat Hancur, Pilot Tewas

Berdasarkan video yang beredar, diketahui kondisi fisik pesawat Pelita Air ditemukan dalam kondisi hancur dan terbakar. Tampak ekor pesawat terdapat logo Pelita Air dengan warna hijau, biru dan merah, ditemukan tak jauh dari badan kerangka sekitar lokasi  jatuhnya pesawat di tengah hutan.

Captain Hendrick Lodewyck Adam yang menjadi pilot tunggal pesawat tersebut ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Baca Juga: Black Box Bisa Rusak saat Terjadi Kecelakaan Pesawat? Mengungkap Misteri Kotak Hitam Jeju Air yang Mati Sebelum Pendaratan Darurat, Ini Penyebabnya

5. Dugaan Penyebab Kecelakaan Pesawat

Dugaan sementara kecelakaan pesawat ini kemungkinan karena cuaca ekstrem. Lokasi kejadian berada di daerah pegunungan dengan medan yang berat, sering kali menjadi tantangan dalam penerbangan perintis di Kalimantan Utara.

Hingga kini, KNKT belum memberikan keterangan lebih lanjut  atau verifikasi resmi karena pihaknya masih dalam proses investigasi di lapangan untuk mencari keberadaan black box yang belum teridentifikasi.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X