SketsaNusantara.id - Usai pesawat ATR 42-500, lagi-lagi kabar mengejutkan datang dari pesawat jatuh.
Kali ini pesawat jatuh tersebut merupakan pesawat Smart Air PK-SNS yang jatuh di Pantai Nabire, Papua Tengah.
Dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV, pesawat PK-SNS berpenumpang 11 orang serta 2 kru tersebut bertujuan ke Kaimana dengan status penerbangan subsidi.
Pesawat berjenis Caravan tersebut jatuh di Pantai Kaladiri Nabire pada Selasa siang dan saat ini pesawat ini sudah dalam proses evakuasi bersama seluruh penumpang.
Namun meski kabar ini mengejutkan tetapi juga sekaligus melegakan sebab semua penumpang dilaporkan selamat.
Hal itu dikonfirmasi oleh Kudori selaku Kepala Kantor SAR Biak dan menjelaskan terkait kronologi kejadian.
Bahwa pihak SAR menerima laporan kecelakaan pesawat tipe Chesna 208 Caravan pada jam 13.20.
Ia menjelaskan bahwa kecelakaan pesawat itu terjadi akibat dari pesawat yang mengalami over shoot hingga tercebur ke laut.
"Penyebabnya nanti akan dijelaskan oleh tim khusus yang akan menjelaskan hal ini, kami dari badan SAR melakukan evakuasi sesuai dengan tupoksi kami," ungkap Kudori
Kudori juga menjelaskan bahwa saat ini seluruh korban sudah dii evakuasi ke rumah sakit Nabire dalam keadaan basah namun selamat.
"Person on board 13, dengan 2 kru berarti penumpangnya 11, sedang kami data oleh rekan kami di RS Nabire," ungkapnya.
Untuk seluruh nama kru dan penumpang, Kudori menegaskan akan segera melaporkan setelahnya pihaknya memegang data.
Artikel Terkait
6 Fakta Terbaru Operasi Pencarian Pesawat ATR 42-500 di Puncak Bulusaraung, Tim SAR Temukan Satu Korban dan Black Box
Mengenal ESAR, Teknik Pencarian yang Digunakan Basarnas dalam Opsar Pesawat ATR 42-500, Sering Dipakai dalam Kasus Pendaki Hilang?
Pilot Senior Hanafi Herlin Bedah Keunggulan Pesawat ATR 42-500, Terungkap Penyebab Jatuh Hingga Telan Korban
KNKT Ungkap Kemungkinan Penyebab Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Maros
Basarnas Ungkap Kemungkinan Tak Ada Korban Selamat dari Pesawat ATR 42-500, Misteri Langkah Smartwatch Co-pilot Farhan Telah Terpecahkan