SketsaNusantara.id - Pencarian korban pesawat ATR 42-500 memasuki hari ketiga pada Senin, 19 Januari 2026.
Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan baru menemukan 1 korban pesawat ATR 42-500 pada Minggu, 18 Januari 2026.
Berdasarkan keterangan dari maskapai Indonesia Air Transport, setidaknya masih ada 9 korban yang hingga saat ini masih belum diketahui keberadaannya.
Dalam menemukan 9 korban lainnya, Tim SAR akan menggunakan teknik ESAR sebagaimana disampaikan oleh Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar.
Secara akronim, ESAR merupakan singkatan dari Explore Search and Rescue, sebuah teknik pencarian yang kerap digunakan oleh Tim SAR.
Dikutip SketsaNusantara.id dari laman resmi Basarnas, ESAR adalah sebuah teknik pencarian berbanjar dengan jarak tertentu antara masing-masing personil dan menyapu dengan teliti daerah yang menjadi dugana korban berada.
Teknik ini biasanya digunakan dalam pencarian untuk Jungle Rescue atau situasi darutat di alam bebas, khususnya gunung.
Pada Teknik ESAR, pencarian biasanya akan menggunakan SRU atau Search Rescue Unit) Darat di mana setiap personilnya wajib menguasai ilmu navigasi gunung.
Berdasarkan Materi Pertolongan dan Evakuasi Gunung Hutan untuk Pendidikan SAR TNIAD tahun 2024, ada beberapa tahapan dalam ESAR, yakni sebagai berikut.
1. Perencanaan (Preliminary Mode)
Pada tahap Preliminary Mode, tim pencari akan mengumpulkan informasi awal dari daerah pencarian.
Artikel Terkait
Upaya SAR di Medan Ekstrem: Penemuan Serpihan Pesawat ATR PK-THT di Maros-Pangkep Menjadi Petunjuk Kunci Penelusuran Lokasi Jatuhnya Pesawat
Banjir Meluas Ganggu Jalur Kereta, KAI Lakukan Rekayasa Operasi dan Batalkan 38 Perjalanan
Cegah Pendaki Tersesat? Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Terapkan Gelang Berchip dan Panic Button
Raffi Ahmad Datangi Banyumas Lewat UKP Mendengar, Ini yang Diserap Negara dari Akar Ekosistem Seni dan Ekonomi Kreatif Daerah
Perjalanan Kereta Terganggu Banjir, KAI Batalkan 11 Keberangkatan dari Gambir dan Pasar Senen Hari Ini
Video Viral Ungkap Warga Kampung Durian Tinggal di Kuburan Tionghoa Usai Banjir dan Longsor Aceh Tengah
Pasca Proyek Pembangunan DAM Pelimpah di Jember Ambrol, DPRD Jatim Sebut Pemenang Pekerjaan Berpotensi di Blacklist