Minggu, 19 Juli 2026

Raffi Ahmad Datangi Banyumas Lewat UKP Mendengar, Ini yang Diserap Negara dari Akar Ekosistem Seni dan Ekonomi Kreatif Daerah

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Senin, 19 Januari 2026 | 10:00 WIB
Kunjungan kerja Utusan Khusus Presiden Bidang Pekerja Seni dan Kepemudaan, Raffi Ahmad, di Banyumas untuk acara dialog seni dan ekonomi kreatif. (Dok. UKP)
Kunjungan kerja Utusan Khusus Presiden Bidang Pekerja Seni dan Kepemudaan, Raffi Ahmad, di Banyumas untuk acara dialog seni dan ekonomi kreatif. (Dok. UKP)

 

SketsaNusantara.id - Pemerintah pusat kembali turun langsung ke daerah untuk mendengar suara pelaku seni. Kabupaten Banyumas menjadi tujuan kunjungan Utusan Khusus Presiden Bidang Pekerja Seni dan Kepemudaan, Raffi Ahmad, Sabtu, 17 Januari 2026.

Kunjungan tersebut dikemas dalam kegiatan bertajuk “UKP Mendengar”. Forum ini dirancang sebagai ruang dialog terbuka antara negara dan ekosistem seni serta ekonomi kreatif di tingkat lokal.

Kegiatan berlangsung di Sanggar Rianto Dance Studio, Banyumas. Ruang ini menjadi titik temu lintas komunitas, subsektor, dan wilayah kreatif di Jawa Tengah bagian barat.

Baca Juga: Salut! Raffi Ahmad Tepati Janji Rekrut Niatus Sholihah, Gadis Difabel yang Dulu Viral Bersholawat Kini Bekerja di Kantor Utusan Khusus Presiden

Program “UKP Mendengar” digagas bersama Indonesia Creative Cities Network dan Komite Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah. Tujuannya memperkuat konektivitas kebijakan pusat dan daerah secara konkret.

Raffi Ahmad hadir dengan dua peran sekaligus. Ia datang sebagai Utusan Khusus Presiden dan Wakil Ketua Umum ICCN. Sejumlah pengurus ICCN dan jejaring kreatif turut mendampingi.

Acara dibuka dengan pertunjukan tari dari Sanggar Rianto Dance Studio. Penampilan tersebut menegaskan status Banyumas sebagai Kabupaten Kreatif subsektor Seni Pertunjukan.

Baca Juga: Bikin Ngilu! Raffi Ahmad Mendadak Unggah Foto Kuku Jempol Kaki Patah, Netizen Soroti Kesibukan Sultan Andara hingga Singgung soal Rumor Pencucian Uang

Suasana forum berlangsung cair dan partisipatif. Dialog berjalan setara tanpa nuansa seremonial. Pelaku seni diberi ruang menyampaikan pengalaman langsung.

Jejaring komunitas ICCN dari wilayah sekitar turut hadir. Sanggar Kamulyan Sindureja Banyumas dan perwakilan Cilacap Kreatif ikut terlibat dalam diskusi.

Banyumas dan Cilacap ditampilkan sebagai dua kabupaten kreatif yang saling melengkapi. Banyumas kuat di seni pertunjukan, sementara Cilacap berkembang di subsektor FAV.

Ratusan pelaku kreatif hadir mewakili 17 subsektor ekonomi kreatif. Selain komunitas seni, forum ini menghadirkan tenant Peken Banyumasan.

Pasar artisan berbasis komunitas itu menampilkan produk lokal dengan narasi kuat. Beberapa tenant yang hadir antara lain TemuWan, Dug Press, Galaksi Gesang, Tresna Studio, dan Arkakala.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X