SketsaNusantara.id - Pencarian pesawat ATR 42-500 yang dioperasikan maskapai Indonesia Air Transport (IAT) memasuki hari ketiga.
Sepanjang proses pencarian yang dimulai sejak Sabtu, 17 Januari 2026, Tim SAR Gabungan menemukan sejumlah petunjuk termasuk serpihan yang diduga kuat badan dan ekor pesawat.
Tak hanya itu, kabar terbaru menyebutkan, Tim SAR gabungan Basarnas hingga TNI ini juga telah menemukan black box pesawat yang hilang kontak pada 17 Januari 2026 itu.
Hingga hari ketiga pencarian pesawat ATR 42-500, Senin 19 Januari 2026 terdapat beberapa temuan.
Termasuk penemuan satu jenazah dari korban pesawat yang hilang dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar ini.
Dihimpun tim redaksi, berikut ini 7 fakta terbaru dalam operasi pencarian pesawat ATR 42-500.
1. Operasi Pencarian Melalui Jalur Darat dan Udara
Kepala Basarnas, Mohammad Syafi’i mengungkapkan, proses pencarian pesawat ATR 42-500 akan dilakukan melalui jalur udara maupun darat.
Rencananya, pada hari ketiga ini, Tim SAR akan mencoba menggunakan Helikopter Caracal untuk melakukan evakuasi dengan metode Hoist atau ditarik dari helikopter.
“Apabila kondisi tidak memungkinkan jalur udara, maka evakuasi dilakukan melalui jalur darat oleh Tim SAR Gabungan,” ujar Mohammad Syafii di Kantor Basarnas Makassar pada Minggu, 18 Januari 2026.
2. Satu Korban Pesawat ATR 42-500 Ditemukan
Artikel Terkait
Spesifikasi ATR 42-500, Pesawat Indonesia Air Transport yang Hilang di Sulses, Berapa Kapasitas Penumpangnya?
Menghadapi Ancaman Megathrust, Sibat PMI Jember Lakukan Reboisasi dan Sosialisasi Mitigasi di Pesisir Selatan
Banjir Meluas Ganggu Jalur Kereta, KAI Lakukan Rekayasa Operasi dan Batalkan 38 Perjalanan
Gelar Rakernas di Jember, Khofifah Ajak Alumni UNAIR Sinkronkan Program dengan Agenda Nasional
Cegah Pendaki Tersesat? Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Terapkan Gelang Berchip dan Panic Button
Raffi Ahmad Datangi Banyumas Lewat UKP Mendengar, Ini yang Diserap Negara dari Akar Ekosistem Seni dan Ekonomi Kreatif Daerah