SketsaNusantara.id - Banjir yang merendam jalur rel di wilayah Pekalongan berdampak langsung pada perjalanan kereta api dari Jakarta. PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 1 Jakarta membatalkan sejumlah perjalanan pada Senin ini.
Pembatalan dilakukan untuk keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir. Total terdapat 11 perjalanan kereta api yang tidak dijalankan sesuai jadwal.
Langkah tersebut diambil sebagai respons terhadap kondisi lintasan yang belum aman dilalui. KAI menilai potensi keterlambatan tinggi apabila perjalanan tetap dipaksakan.
Baca Juga: Banjir Meluas Ganggu Jalur Kereta, KAI Lakukan Rekayasa Operasi dan Batalkan 38 Perjalanan
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan pembatalan bersifat antisipatif. “Langkah ini terpaksa diambil karena tingginya potensi kelambatan apabila perjalanan tetap dijalankan melalui jalur terdampak,” kata Franoto.
Dari Stasiun Pasar Senen, dua perjalanan kereta api dibatalkan. Kereta pertama adalah KA 178 Tawang Jaya Premium relasi Pasar Senen–Tegal–Pekalongan–Semarang Tawang.
Kereta tersebut dijadwalkan berangkat pukul 06.45 WIB. Selain itu, KA 204 Tegal Bahari relasi Pasar Senen–Cirebon–Tegal juga tidak diberangkatkan.
KA 204 Tegal Bahari sedianya berangkat pada pukul 10.40 WIB. Kedua pembatalan ini berkaitan langsung dengan kondisi jalur terdampak banjir.
Sementara itu, pembatalan terbanyak terjadi di Stasiun Gambir. Beberapa kereta jarak jauh tidak dapat beroperasi sesuai jadwal.
Kereta yang dibatalkan meliputi KA 7002A Gajayana Tambahan relasi Gambir–Malang. Kereta ini dijadwalkan berangkat pukul 00.10 WIB.
Selanjutnya, KA 26 Argo Merbabu relasi Gambir–Semarang Tawang dibatalkan dari jadwal pukul 06.00 WIB. KA 130B Papandayan relasi Gambir–Bandung–Garut juga tidak diberangkatkan.
KA 50F Purwojaya relasi Gambir–Cirebon–Purwokerto–Cilacap turut masuk daftar pembatalan. Kereta ini memiliki jadwal keberangkatan pukul 07.00 WIB.
Selain itu, KA 20 Argo Muria dan KA 2 Argo Bromo Anggrek juga dibatalkan. Keduanya melayani relasi Gambir menuju Semarang dan Surabaya.
Artikel Terkait
45 Hari Pasca Banjir Bandang, Aceh Tamiang Masih Terpuruk, Warga Kesulitan Bersihkan Sisa Lumpur dan Puing-puing
3 Hari Latihan PMI Jember dan PMI Jepang Berakhir Simulasi Banjir Bandang, Fokus Manajemen Posko dan Koordinasi Lapangan
Otorita IKN Fokus Kendalikan Banjir Tahun Ini, Dari Normalisasi Sungai hingga Infrastruktur untuk Kurangi Risiko Genangan Berkepanjangan
4 Fakta Banjir di Kudus, Picu Kemacetan di Jalur Pantura hingga Rusak Ribuan Rumah Warga
Masyarakat Korban Banjir Aceh Menjerit Tak Dapat Bantuan, DPRK Bireuen Temukan Timbunan Puluhan Ton Bantuan di Gudang BPBD Yang Hampir Kadaluarsa