SketsaNusantara.id – Merespons capaian prevalensi stunting yang menempatkan Kabupaten Jember di posisi teratas di Jawa Timur berdasarkan data SSGI 2024, Bupati Jember Muhammad Fawait mengambil langkah progresif.
Fokus utama pemerintah daerah kini tertuju pada penekanan angka stunting, serta penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).
Sebagai bentuk keseriusan, sejak 26 Januari lalu, Pemkab Jember telah memobilisasi sedikitnya 1.200 tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan langsung ke masyarakat melalui skema home care.
Baca Juga: Peringati Hari Pers Nasional, Gus Fawait: Pers Berintegritas adalah Pilar Kedaulatan Ekonomi Jember
Selain itu, kendali operasional diperkuat dengan pembentukan Satgas Kemiskinan, AKI, AKB, dan Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 31 Januari 2025.
Gus Fawait mengatakan, kinerja satgas ini tidak hanya berhenti di level kabupaten. Namun, akan diperluas hingga ke tingkat kecamatan dan desa/kelurahan dengan sistem evaluasi mingguan yang ketat, termasuk peluncuran layanan jemput bola akan diagendakan pada 14 Februari mendatang.
"Tepat pada momentum Hari Valentine, 14 Februari mendatang, kami akan meresmikan Layanan Home Care secara besar-besaran," kata bupati saat dikonfirmasi, Rabu 11 Februari 2026.
Baca Juga: Beri Apresiasi Para Punggawa Macan Raung, Gus Fawait Dorong Persid Jember Naik Kasta
Nantinya, program tersebut didukung dengan armada kendaraan khusus yang disiapkan untuk menjangkau hunian warga secara langsung.
"Inisiatif ini dirancang untuk mempermudah akses kesehatan bagi warga dengan penyakit kronis, lansia, serta penyandang disabilitas," ujar Gus Fawait.
Tak hanya kelompok tersebut, layanan ini juga diprioritaskan bagi ibu hamil dan ibu menyusui, balita yang terindikasi stunting, dan kelompok masyarakat rentan lainnya.
Baca Juga: Banner dan Spanduk Ilegal Masih Banyak Terpasang, Satgas Infrastruktur Tata Ruang Pemkab Jember Langsung Bergerak
Langkah ini diharapkan mampu mengubah peta kesehatan di Jember dan memastikan kehadiran negara di setiap pintu rumah warga yang membutuhkan bantuan medis.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI