Melalui Medan Prijaji, Tiirto memperkenalkan cikal bakal nasionalisme dengan istilah naka Hindia.
Dengan kiprah serta perannya dalam membangun jurnalisme di tanah air, ia pun diberi gelar Bapak Pers Indonesia.
Ia juga dinyatakan sebagai Perintis Pers Indonesia oleh Dewan Pers RI pada tahun 1973.
Atas jasa-jasanya tersebut, pemerintah kemudian memberikan penghormatan berupa gelar Pahlawan Nasional kepada Tirto lewat Keputusan Presiden Nomor 85 pada tahun 2006.
Tirto wafat pada 7 Desember 1918 lalu dimakamkan di Mangga Dua, Jakarta.
Namun pada 30 Desember 1973, makamnya dipindahkan ke TPU Blender, Pondok RUmput, Tanah Sereal, Kota Bogor.
***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!