SketsaNusantara.id - Peringatan Hari Pers Nasional yang jatuh setiap tanggal 9 Februari tak bisa lepas dari sosok bernama Tirto Adhi Soerjo.
Pria berdarah biru ini memiliki jasa besar dalam dunia jurnalisme tanah air.
Kiprahnya sebagai jurnalis dan jasanya dalam merintis persuratkabaran tanah air membuatnya dikukuhkan sebagai Bapak Pers Nasional.
Gelar yang diberikan kepada Tirto Adhi Soerjo pada tahun 1973 ini berlandaskan dedikasinya sebagai pelopor jurnalisme di Indonesia.
Tirto berjuang melalui surat kabar, termasuk dengan mendirikan koran pribumi pertama, Medan Prijaji pada tahun 1907.
Tak heran jika pada peringatan Hari Pers Nasional, sosoknya kembali ramai jadi perbincangan.
Dan berikut ini kisah singkat perjalanan hidup Tirto Adhi Soerjo, Bapak Pers Nasional.
Baca Juga: 10 Twibbon Hari Pers Nasional 2026! Yuk Pasang Foto Terbaik di Media Sosial untuk Sambut HPN
Profil Tirto Adhi Soerjo
Tirto lahir di Cepu, Blora Jawa Tengah pada 20 Juli tahun 1880 dengan nama Raden Mas Djokomono.
Berdasarkan tulisan M. Rodhi As’ad berjudul ‘Tirto Adhi Soerjo: Pengguncang Lelap Bumiputera’ dalam buku 7 Bapak Bangsa (2008), Tirto berasal dari keluarga bangsawan terkemuka.
Gelar Raden Mas di depan namanya juga menunjukkan status darah biru yang mengalir pada diri Tirto.
Artikel Terkait
Marsinah Hingga Soeharto, ini Daftar 10 Tokoh yang Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional Oleh Prabowo Subianto
Profil dan Biodata Romo Mudji Sutrisno, Tokoh Imam Katolik yang Meninggal Dunia: Umur, PendidikanĀ
Tragedi Bocah SD di Ngada NTT Jadi Alarm Keras, Akademisi Unair Soroti Minimnya Perhatian pada Kesehatan Mental Anak
5 Isi Surat BEM UGM ke UNICEF: Soroti Tragedi Bocah NTT sebagai Kegagalan Sistem, Kritik Kebijakan Pemerintah hingga Sindiran Pedas ke Presiden
5 Fakta Calon Gedung Baru MUI Setinggi 40 Lantai, Bekas Gedung Kedubes Inggris hingga Statusnya Sebagai Cagar Budaya
Di Hadapan Warga NU, Prabowo Tegaskan untuk Lawan Kemiskinan, Kelaparan, dan Korupsi demi Masa Depan Indonesia
Pramono Anung Tak Mau Masuk Gorong-Gorong saat Kerja Bakti di Jakarta, Sebut yang Bekerja adalah Otak