Minggu, 19 Juli 2026

Siapa Bapak Pers Nasional? Inilah Sosok Tirto Adhi Soerjo, Pahlawan Nasional Pendiri Koran Nasional Pertama Medan Prijaji

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Senin, 9 Februari 2026 | 06:16 WIB
Tirto Adhi Soerjo, Bapak Pers Nasional dan koran Medan Prijaji (Kolase IKPNI, YouTube Melawan Lupa Metro TV)
Tirto Adhi Soerjo, Bapak Pers Nasional dan koran Medan Prijaji (Kolase IKPNI, YouTube Melawan Lupa Metro TV)

Saat menginjak dewasa, putra dari Raden Ngabehi Hadji Moehammad Chan Tirtodhipoero ini lebih dikenal dengan nama Tirto Adhi Soerjo.

Baca Juga: 10 Pantun Hari Pers Nasional 2026 untuk Ucapan Lucu dan Bermakna di Medsos, Salin yang Paling Menarik!

Pendidikan Tirto Adhi Soerjo

Tirto menghabiskan masa kecilnya di Blora, Bojonegoro hingga Rembang.

Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya di Rembang, Tirto melanjutkan studinya di Hogere Burger School atau HBS di Batavia hingga diterima di sekolah calon dokter Bumiputera, STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artshen).

Dikutip dari kanal YouTube Melawan Lupa Metro TV, meski bersekolah di sekolah calom dokter, Tirto lebih tertarik menjadi seorang wartawan.

Saat masih menempuh pendidikan di STOVIA, Tirto muda sudah kerap mengirim tulisan ke beberapa surat kabar milik Hindia Belanda.

Baca Juga: Siapa Bapak Gizi Indonesia? Mengenal Prof Poorwo Soedarmo, Pencetus Slogan 4 Sehat 5 Sempurna, Guru Besar Gizi Pertama UI

Kecintaannya terhadap dunia tulis-menulis juga membuat Tirto memutuskan untuk tidak melanjutkan studi kedokterannya.

Tak lama setelah itu, Tirto dipercaya untuk menjadi redaktur koran Pembrita Betawi pada tahun 1901.

Mimpi Tirto untuk memimpin surat kabar akhirnya terwujud pada tahun 1903.

Dikutip dari laman Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI),  pada tahun tersebut, Tirto menerbitkan koran Soenda Berita, yang juga menjadi surat kabar pertama yang didirikan, dikelola dan diterbitkan oleh seorang Bumiputera.

Dua tahun kemudian yakni tahun 1905, Tirto melakukan perjalanan ke timur, tepatnya ke wilayah Maluku.

Selain bertemu dengan pujaan hatinya, Prises Fatimah, Tirto juga menemukan banyak hal yang membuat gaya tulisannya berubah, lebih berani dan lugas.

Tahun 1907, Tirto dan beberapa rekannya mendirikan Medan Prijaji, koran yang terbit mingguan.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X