Minggu, 19 Juli 2026

Di Hadapan Warga NU, Prabowo Tegaskan untuk Lawan Kemiskinan, Kelaparan, dan Korupsi demi Masa Depan Indonesia

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 8 Februari 2026 | 17:30 WIB
Presiden Prabowo saat berpidato dalam Harlah 1 Abad NU di Malang (Tangkapan layar YouTube Garuda TV)
Presiden Prabowo saat berpidato dalam Harlah 1 Abad NU di Malang (Tangkapan layar YouTube Garuda TV)

SketsaNusantara.id - Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya melindungi seluruh rakyat Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan dalam Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama di Jakarta, Minggu, 8 Februari 2026. Acara tersebut disiarkan langsung melalui Sekretariat Presiden.

Dalam kesempatan itu, Presiden menegaskan bahwa perlindungan rakyat menjadi amanat utama jabatannya.

Baca Juga: Hadiri Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad NU di Malang, Presiden Prabowo Umumkan Kampung Haji Indonesia di Mekkah: Pertama dalam Sejarah

Komitmen tersebut merujuk pada sumpah yang diucapkan saat pelantikan Presiden Republik Indonesia. Pelantikan berlangsung pada 20 Oktober 2024.

Prabowo menekankan bahwa tujuan nasional dalam Undang-Undang Dasar 1945 menempatkan perlindungan rakyat sebagai mandat tertinggi.

Prinsip melindungi segenap tumpah darah Indonesia dimaknai sebagai kewajiban negara hadir di tengah masyarakat. Negara, menurutnya, harus melindungi rakyat dari berbagai ancaman.

Baca Juga: Prabowo Subianto dan PM Australia Anthony Albanese Resmi Tandatangani Traktat Keamanan Bersama Indonesia–Australia

“Saya terima tugas tersebut, saya terima mandat tersebut dan saya mengartikan bahwa melindungi segenap tumpah darah, artinya melindungi rakyat Indonesia dari semua ancaman dari ancaman fisik, dari ancaman kemiskinan dari ancaman kelaparan, dari ancaman pelayanan-pelayanan kesehatan, dari ancaman ketidaktersediannya pendidikan yang terbaik untuk rakyat Indonesia,” ujar Presiden Prabowo.

Ia menjelaskan, tanggung jawab Presiden tidak berhenti pada menjaga stabilitas keamanan negara.

Pemenuhan kebutuhan dasar dan pemerataan kesejahteraan menjadi bagian penting dari tugas tersebut. Pengelolaan kekayaan nasional juga harus dilakukan secara adil dan bertanggung jawab.

Presiden menyatakan telah bersumpah setia kepada bangsa dan rakyat Indonesia. Sumpah tersebut diucapkan di hadapan Tuhan Yang Maha Esa. Ia menegaskan tidak akan mundur selama masih diberi tenaga dan kesempatan mengabdi.

Sejak menjabat, Prabowo mempelajari berbagai data dan kondisi bangsa. Dari kajian tersebut, ia menilai Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat besar. Namun, potensi itu belum sepenuhnya dinikmati oleh rakyat secara merata.

Presiden menyoroti masih terjadinya kebocoran kekayaan negara. Kebocoran tersebut, menurutnya, disebabkan praktik korupsi, penipuan, dan manipulasi. Akibatnya, banyak aset bangsa yang hilang atau dibawa keluar negeri.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X