SketsaNusantara.id - Penetapan Wali Kota Madiun Maidi sebagai tersangka dugaan penerimaan gratifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak hanya menyita perhatian publik, tetapi juga memantik reaksi emosional dari warga Kota Madiun.
Setelah resmi berstatus tersangka, beredar sebuah video yang memperlihatkan Maidi mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK saat dipindahkan menuju rumah tahanan (rutan) pada hari Selasa, 20 Januari 2026.
Video tersebut diunggah akun Instagram @medhioen.ae, yang menyoroti momen detik-detik Maidi digiring petugas menuju rutan KPK.
Namun, alih-alih dibanjiri hujatan, unggahan tersebut justru dipenuhi ungkapan simpati dan dukungan dari warganet, khususnya warga Madiun yang merasa terkejut sekaligus sedih atas kasus yang korupsi yang menjerat pemimpinnya.
"Momen Pak Maidi mau pindah ke rutan KPK sudah memakai rompi oren jeruk. Jujur secara pribadi, gak tega melihatnya, tapi ini mungkin proses hukum yang harus dilalui Pak Wali Kota imbas kasus dugaan korupsi yang menjeratnya," tulis akun @medhioen.ae, dikutip SketsaNusantara.id pada hari Rabu, 21 Januari 2026.
"Kita hanya bisa berharap bahwa kebenaran menemukan jalannya dan hukum akan benar-benar ditegakkan," sambungnya.
Kolom komentar unggahan tersebut diwarnai pesan yang mencerminkan kesedihan warga.
Banyak yang tak menyangka Wali Kota Madiun terjerat kasus korupsi, mengingat kinerjanya selama 6 tahun terakhir yang membawa banyak perubahan positif yang ikut mendongkrak perekonomian di wilayah tersebut.
Di satu sisi, warga mengakui dugaan korupsi sebagai pelanggaran hukum serius, namun di sisi lain mereka tetap mengapresiasi kinerja Maidi selama memimpin Kota Madiun.
"Pak Maidi selama ini kerjanya bagus, membuat Madiun banyak berubah, tapi gimana lagi, korupsi juga tidak dibenarkan," tulis akun @adiyoubae.
"Sebagai warga Madiun, aku sangat berterima kasih atas kerja keras bapak Maidi selama menjabat. Kalau memang benar, semoga ini jadi pelajaran agar lebih baik dalam mengemban amanah," imbuh akun @drink.chocolatte.