news

Heboh Virus Influenza H3N2 Masuk ke Indonesia, Menkes Sebut Superflu Tak Separah COVID-19, Masyarakat Diminta Tetap Waspada Jaga Kesehatan

Sabtu, 3 Januari 2026 | 14:30 WIB
Ilustrasi penyebaran virus influenza H3N2 atau superflu yang ramai jadi sorotan publik, mengingatkan pada COVID-19 (kemkes.go.id)

SketsaNusantara.id - Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin menanggapi soal penyebaran "superflu" yang belakangan ini ramai jadi sorotan publik.

Belakangan ini, masyarakat dihebohkan dengan kabar masuknya virus influenza A (H3N2) subclaude K yang mulai banyak terdeteksi di Indonesia. Virus ini memicu kekhawatiran publik, mengingatkan pada COVID-19 yang dampaknya begitu mematikan pada tahun 2019-2023 lalu.

Kementerian Kesehatan mencatat ada 62 kasus superflu hingga akhir Desember 2025 yang tersebar di delapan provinsi, dengan temuan terbanyak berada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Baca Juga: Apa itu Superflu? Waspada Penyebaran Virus Influenza H3N2 yang Masuk ke Indonesia dan Banyak Terdeteksi di Jatim, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya

Superflu sempat ramai diperbincangkan lantaran virus influenza H3N2 ini penularannya cepat dengan gejala yang lebih intens daripada flu biasa.

Secara ilmiah, Superflu atau Influenza H3N2 bukan virus baru, melainkan evolusi dari flu musiman. Virus ini ramai jadi perhatian global yang awalnya terdeteksi di Inggris lalu menyebar ke AS, Jepang, hingga kemudian masuk ke Indonesia.

Meski demikian, Menkes menegaskan bahwa varian flu ini tidak termasuk penyakit mematikan seperti COVID-19.

Budi Gunadi Sadikin memastikan bahwa influenza A (H3N2) subclade K sebenarnya bukan sesuatu yang benar-benar baru dalam dunia kesehatan.

Baca Juga: 4 Perbedaan HMPV dan Covid-19, Sama-Sama Virus yang Menyerang Saluran Pernapasan hingga Miliki Gejala Seperti Flu

Virus ini merupakan bagian dari influenza musiman yang sudah lama ada dan biasanya juga terpantau melalui sistem surveilans kesehatan dunia.

"Tidak perlu panik atau khawatir berlebihan. Ini bukan seperti COVID-19 yang mematikan. (Superflu) ini termasuk flu musiman, influenza H3N2," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin pada hari Jumat, 2 Januari 2026.

Menurutnya, H3N2 seperti halnya flu biasa, seseorang bisa terkena flu ini lebih dari sekali. Di negara-negara dengan empat musim, kasus influenza biasanya meningkat saat musim dingin tiba.

Baca Juga: Mirip Flu dan Tipes! Kenali Gejala Leptospirosis di Musim Hujan, Infeksi Serius Akibat Tikus yang Bisa Sebabkan Kematian

Namun, di Indonesia yang beriklim tropis, lonjakan kasusnya tidak setinggi di negara-negara tersebut. "Itu sebabnya di negara-negara empat musim, biasanya disuntikkan vaksin influenza yang diberikan setiap tahun," tambahnya.

Halaman:

Tags

Terkini