“Kita pernah bangun kilang baru nggak? Enggak pernah. Sejak krisis (1998) sampai sekarang nggak pernah bangun kilang baru,” kata Purbaya di depan anggota DPR.
Purbaya mengaku sudah pernah meminta Pertamina mempercepat pembangunan. Ia bahkan menyebut janji 7 kilang baru tidak pernah terwujud.
“Jadi, nanti bapak ibu kalau bertemu Danantara lagi, minta Pertamina bangun kilang baru. Saya pernah tekan mereka tahun 2018 untuk bangun kilang, mereka janji bangun 7 kilang baru dalam waktu 5 tahun, sampai sekarang kan nggak ada satu pun,” tegasnya.
Lebih lanjut, Purbaya mengklaim pernah menawarkan investor asal China untuk membiayai proyek kilang. Namun, tawaran itu ditolak oleh Pertamina. Menurutnya, alasan yang diberikan adalah soal overcapacity, meski faktanya tidak ada satu pun kilang baru yang terealisasi.
“Kilang itu bukan kita nggak bisa bikin, bukan kita nggak bisa bikin proyeknya, cuma Pertaminanya malas-malasan aja,” ungkap Purbaya di hadapan DPR.
Polemik ini membuka kembali perdebatan lama terkait kebutuhan kilang minyak nasional. Di satu sisi, pemerintah menekan agar ada percepatan pembangunan demi mengurangi impor. Di sisi lain, Pertamina menyebut proyek besar seperti RDMP Balikpapan sedang berjalan dan segera tuntas. Publik kini menunggu bukti nyata, apakah target tersebut benar-benar bisa diwujudkan tahun ini.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!