Kamis, 4 Juni 2026

Pakai 'Bahasa Bayi', Ferry Irwandi Jelaskan Kebijakan Menkeu Purbaya Suntik Rp200 Triliun untuk 5 Himbara hingga Protes Hotman Paris

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Jumat, 26 September 2025 | 17:00 WIB
Ferry Irwandi saat jelaskan kebijakan Rp200 T Menkeu Purbaya dengan bahasa sederhana (Instagram/irwandiferry)
Ferry Irwandi saat jelaskan kebijakan Rp200 T Menkeu Purbaya dengan bahasa sederhana (Instagram/irwandiferry)

SketsaNusantara.id - Baru-baru ini publik dihebohkan dengan keluhan pengacara kondang Hotman Paris terkait penurunan bunga deposito.

Hotman mempertanyakan mengapa imbal hasil dari simpanan di bank turun drastis.

Menanggapi itu, Purbaya Yudhi Sadewa yang saat ini menjabat sebagai Menteri Keuangan RI menjawab dengan lugas.

Baca Juga: Ferry Irwandi Mantap Pilih Jalur Pendidikan dan Akan Bangun Perguruan Tinggi, Tegaskan Tak akan Terjun ke Politik

Menurutnya, penurunan bunga deposito memang sudah direncanakan pemerintah.

Hal ini memicu diskusi panjang di media sosial, hingga akhirnya Ferry Irwandi mencoba memberikan penjelasan sederhana agar lebih mudah dipahami publik.

“Penjelasan sederhana Rp200 T, Menkeu Purbaya YS dan Hotman Paris. Kita jelaskan dengan bahasa bayi yak. Letsgoo,” tulis Ferryyang dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan Instagramnya @irwandiferry.

Baca Juga: Ferry Irwandi Tegaskan Tidak Akan Terjun ke Politik, Fokus Hidupkan Dunia Pendidikan dan Bangun Kampus Malaka

Ferry kemudian memaparkan istilah yang menjadi kunci dari polemik ini, yaitu SILPA. Menurutnya, SILPA adalah singkatan dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran.

Artinya, sisa uang APBN atau APBD di akhir tahun anggaran setelah dihitung semua penerimaan, belanja, dan pembiayaan.

“Silpa itu sisa uang APBN/APBD di akhir tahun anggaran setelah dihitung semua penerimaan, belanja, dan pembiayaan. Sederhananya: duit negara yang nggak kepake atau ada kelebihan kas di kas negara/daerah,” jelasnya.

Untuk mempermudah pemahaman, Ferry memberikan ilustrasi sederhana mengenai kondisi APBN.

Baca Juga: KontraS Umumkan Satu Orang Ditemukan Pasca Tragedi Demo DPR Akhir Agustus, Ferry Irwandi Ikut Angkat Suara!

Ia menjelaskan bahwa pada awalnya pemerintah menargetkan pendapatan negara sebesar Rp2.500 triliun dengan belanja Rp3.000 triliun, sehingga tercipta defisit Rp500 triliun yang ditutup melalui utang.

Namun, dalam realisasinya pendapatan negara justru mencapai Rp2.600 triliun atau lebih tinggi Rp100 triliun dari target, sementara belanja hanya Rp2.900 triliun atau lebih rendah Rp100 triliun dari perkiraan awal.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: Instagram @irwandiferry

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X