Kamis, 4 Juni 2026

Menkeu Purbaya Sindir Pertamina Malas Bangun Kilang, RDMP Balikpapan Diklaim Sudah 96 Persen Rampung

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 4 Oktober 2025 | 19:00 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tagih janji Petamina bangun kilang minyak. (Instagram/menkeuri)
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tagih janji Petamina bangun kilang minyak. (Instagram/menkeuri)

SketsaNusantara.id - Polemik pembangunan kilang minyak kembali menjadi sorotan publik.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan kritik keras terhadap Pertamina dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Senayan, Jakarta Pusat, pada 30 September 2025. Ia menuding Pertamina tidak serius membangun kilang baru.

Kritik itu lantas mendapat tanggapan dari Pertamina. Perusahaan pelat merah tersebut menegaskan pembangunan kilang minyak tetap berjalan.

Baca Juga: Penuh Sanjungan! Momen Purbaya Yudhi Sadewa Makan di Kantin Karyawan dan Berbaur Dengan Pegawai yang Lain: Lihatnya Kasian Tapi Seragamnya Kemenkeu..

Salah satu proyek besar yang dikerjakan adalah Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Pertamina bahkan menyebut progresnya sudah hampir tuntas.

“Kilang di Balikpapan sedang dibangun, akan segera selesai,” ujar Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, kepada wartawan di Jakarta pada Jumat, 3 Oktober 2025.

Agung menambahkan, proyek Balikpapan kini telah mencapai 96 persen. Jika beroperasi penuh, produksi Pertamina akan meningkat dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari. Ia menyebut kemungkinan kilang itu bisa mulai beroperasi pada tahun ini.

Baca Juga: Viral Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Kepergok Makan di Kantin, Netizen: ‘Menteri yang Lain Berani, Nggak?’

Menurut Agung, bisnis kilang selalu membutuhkan investasi besar dengan risiko tinggi. Ia menekankan bahwa persaingan global menuntut efisiensi biaya yang ketat. Kondisi itu bisa membuat kilang yang tidak kompetitif akhirnya berhenti beroperasi. “Pertamina menjalankan dorongan dari pemerintah dengan hati-hati,” imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memilih tak menanggapi panjang lebar. Ia menegaskan kementeriannya hanya berperan dalam pengawasan.

“Saya tidak mau mengomentari pernyataan orang lain, silakan ditanyakan kepada orang yang mengomentari,” ucap Bahlil pada 2 Oktober 2025 di Jakarta.

Ia menambahkan, fokus Kementerian ESDM adalah memastikan pengawasan proyek berjalan cepat.

“Tugas saya adalah bagaimana memastikan agar mengawasi teman-teman kolaborasi dengan Pertamina untuk yang kilang-kilang lagi berjalan cepat selesai,” sambungnya.

Dalam rapat dengan DPR, Menkeu Purbaya menyoroti beban subsidi energi yang terus meningkat setiap tahun. Ia menilai kondisi ini diperburuk oleh tingginya impor BBM hingga puluhan miliar dolar. Purbaya menyinggung bahwa sejak krisis 1998 belum ada kilang baru yang benar-benar dibangun.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X