“Ini bukan sekadar ‘penyesuaian harga pasar’, tapi memindahkan beban pembangunan dari bahu pengembang ke bahu rakyat biasa,” tegasnya.
Unggahan Balqis menuai berbagai komentar dari warganet yang juga merasakan atau mengamati kondisi serupa di Cirebon.
“Aku warga Cirebon dari dulu cirebon begini-begini aja… ga ada pembangunan apa-apa selain jalan tol,” tulis @lina_olieve.
“Cirebon yang dulu peraih penghargaan Adipura Kencana ke mana ya? Kebersihan menurun,” komentar @kazimiromben.
“Kak saya orang Cirebonnya aja udah capek banget jalan-jalan pada rusak,” ujar @aifu_alharits.
“Voters oke gas aja layak mengeluh dengan kebijakan yg dibuat para kroninya,” tulis @kelvin_akhtara88.
“Periksa daerah masing-masing. Polanya sudah mulai kelihatan,” kata @christanta_s.
“Abis Pati, Jombang, Semarang, Cirebon… next?” tulis @itsmeluhphykey.
“Bukan PBB aja yang naik, pajak kendaraan juga naik,” ungkap @sugiyanti3642.
Komentar-komentar tersebut menunjukkan bahwa keresahan tidak hanya dirasakan oleh segelintir orang, melainkan telah menjadi pembicaraan luas di masyarakat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!