“Ini bukan sekadar ‘penyesuaian harga pasar’, tapi memindahkan beban pembangunan dari bahu pengembang ke bahu rakyat biasa,” tegasnya.
Unggahan Balqis menuai berbagai komentar dari warganet yang juga merasakan atau mengamati kondisi serupa di Cirebon.
“Aku warga Cirebon dari dulu cirebon begini-begini aja… ga ada pembangunan apa-apa selain jalan tol,” tulis @lina_olieve.
“Cirebon yang dulu peraih penghargaan Adipura Kencana ke mana ya? Kebersihan menurun,” komentar @kazimiromben.
“Kak saya orang Cirebonnya aja udah capek banget jalan-jalan pada rusak,” ujar @aifu_alharits.
“Voters oke gas aja layak mengeluh dengan kebijakan yg dibuat para kroninya,” tulis @kelvin_akhtara88.
“Periksa daerah masing-masing. Polanya sudah mulai kelihatan,” kata @christanta_s.
“Abis Pati, Jombang, Semarang, Cirebon… next?” tulis @itsmeluhphykey.
“Bukan PBB aja yang naik, pajak kendaraan juga naik,” ungkap @sugiyanti3642.
Komentar-komentar tersebut menunjukkan bahwa keresahan tidak hanya dirasakan oleh segelintir orang, melainkan telah menjadi pembicaraan luas di masyarakat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
5 Fakta Demo Pati 13 Agustus 2025, Tuntut Bupati Sudewo Mundur, Donasi Warga hingga Bendera One Piece di Tengah Aksi Massa
Update Situasi Terkini Demo Pati 13 Agustus 2025, Terjadi Bentrokan hingga Tembakan Gas Air Mata
Akhirnya Muncul! Pernyataan Bupati Pati saat Temui Massa Demo 13 Agustus 2025 dari Atas Tank, Sudewo: Saya Akan...
DPRD Pati Rapat Mendadak Bahas Tuntutan Demo 13 Agustus yang Minta Bupati Sudewo Mundur, Netizen: Semoga Bukan Prank
Sempat Dikabarkan Meninggal, Jurnalis yang Meliput Demo Pati 13 Agustus Dievakuasi ke RSUD Suwondo, Begini Kondisinya