SketsaNusantara.id - Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengungkap salah satu peserta calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih meninggal dunia akibat heat stroke saat mengikuti pendidikan dasar kemiliteran.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan peserta bernama Anisa Muyassaroh meninggal dunia setelah mengalami gangguan kesehatan saat menjalani pelatihan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Anisa dinyatakan meninggal akibat heat stroke.
“Yang bersangkutan (Anisa) dinyatakan meninggal dunia akibat heat stroke," kata Rico dalam keterangan resminya, Rabu 24 Juni 2026.
Sementara peserta lainnya, Yonanda Muhammad Taufiq, meninggal karena henti jantung atau cardiac arrest.
Kasus tersebut membuat istilah heat stroke menjadi sorotan publik. Lalu, apa sebenarnya heat stroke?
Apa Itu Heat Stroke?
Heat stroke merupakan kondisi ketika suhu tubuh meningkat secara drastis hingga mencapai lebih dari 40 derajat Celsius akibat paparan panas berlebih atau aktivitas fisik yang berat.
Dilansir SketsaNusantara.id dari Dinas Kesehatan Aceh, heat stroke merupakan kondisi darurat medis karena tubuh kehilangan kemampuan untuk mengatur suhu secara normal.
Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat merusak otak, jantung, ginjal, hingga organ tubuh lainnya.
Penyebab Heat Stroke
Artikel Terkait
Tanda Kelelahan Ekstrem, Tidur dengan Mulut Terbuka Ternyata Bisa Memicu Komplikasi Kesehatan, Ini Penjelasannya Menurut Medis
Mengenal Asfiksia, Kondisi Medis yang Menyebabkan Yai Mim Meninggal Dunia, Gejala, Pencegahan hingga Cara Penanganan
Bukan Hal Mistis, Ini Penjelasan Medis Mengenai Sleep Paralysis, Kondisi Menyeramkan Susah Bangun Tidur yang Dikira 'Ketindihan' dan Cara Mengatasinya
Penuh Haru, Intip Perjalanan Dokter Gia Pratama yang Siap Berangkat ke Tanah Suci, Dapat Amanah Jadi Tim Medis Pendamping Jemaah Haji 2026