SketsaNusantara.id - Fenomena "ketindihan" saat merasa kesulitan bangun masih sering dianggap sebagai gangguan makhluk gaib oleh sebagian masyarakat Indonesia.
Padahal, dalam dunia medis kondisi ini dikenal sebagai Sleep Paralysis, yaitu keadaan ketika seseorang sadar tetapi tidak mampu menggerakkan tubuh saat akan tidur atau bangun.
Belakangan ini, beredar sebuah video viral di Instagram memperlihatkan seorang pria yang mengaku cemas karena sering mengalami ketindihan sehingga merasa kesulitan bangun dari tidurnya.
Dalam rekaman tersebut, matanya terlihat setengah terbuka, wajahnya berkedut, bahkan kepalanya bergerak tidak beraturan hingga akhirnya ia bisa menggerakkan tubuhnya dan benar-benar terbangun dari tempat tidur.
Video tersebut memicu berbagai reaksi hingga dianggap ketindihan yang mendapat respons dari dokter Dion Haryadi.
Dokter yang kerap membagikan konten seputar kesehatan itu memberikan penjelasan medis terkait fenomena tersebut yang disebut sebagai sleep paralysis atau "kelumpuhan saat tidur".
Menurut dr. Dion, saat tidur normal, otak dan tubuh sebenarnya bekerja selaras. Otak menghentikan sementara sebagian fungsi otot tubuh agar kita tidak bergerak aktif saat bermimpi dan kondisi ini disebut sebagai bagian dari fase tidur Rapid Eye Movement (REM) sleep.
"Saat tidur, otak dan tubuh kita itu sama-sama tidur. Otak akan nyuruh semua otot dalam tubuh kita untuk diam, jadi kamu nggak tiba-tiba loncat loncat atau berdiri kalo kamu mimpi sesuatu yang menyeramkan atau pas lagi kesenengan ketemu ayang," ujarnya dalam video unggahannya di akun Instagram @dionharyadi, dikutip SketsaNusantara.id pada hari Senin, 20 April 2026.
"Pada saat sleep paralysis, otakmu sudah bangun, tapi belum sempat mengirim sinyal ke tubuh. Jadi kamu sadar, tapi tidak bisa bergerak," jelasnya.
Mengutip dari situs resmi Kementerian Kesehatan RI, sleep paralysis adalah keadaan transisi yang terjadi ketika seseorang mengalami kelumpuhan sementara untuk bereaksi, bergerak atau berbicara ketika tertidur (hypnagogic) atau saat bangun dari tidur (hypnopompic).
Sleep paralysis ditandai dengan ketidakmampuan orang tersebut untuk menggerakan otot saat tidur. Lantas, kenapa kondisi ini bisa terjadi?
Artikel Terkait
Kembali Bugar! Ini 4 Olahraga Terbaik untuk Detoks Tubuh Setelah Libur Lebaran
Sering Pinjam Earbuds Teman? Dokter Peringatkan Risiko Infeksi Telinga hingga Penyakit Serius
Kenapa Bau Kaki Mirip Keju Busuk? Dokter Ungkap Penjelasan Ilmiahnya dan Cara Mencegahnya
Ternyata Bakso Adalah Produk Emulsi: Begini Penjelasan Sains di Balik Tekstur Kenyalnya
Handuk Wajah vs Tisu, Mana Lebih Aman untuk Kulit Wajah? Begini Penjelasan Dokter Spesialis Mikrobiologi
Apa Penyebab Penyakit Campak Pada Orang Dewasa? Berikut Gejala, Risiko Komplikasi hingga Cara Mengatasinya