Rabu, 17 Juni 2026

Bukan Hal Mistis, Ini Penjelasan Medis Mengenai Sleep Paralysis, Kondisi Menyeramkan Susah Bangun Tidur yang Dikira 'Ketindihan' dan Cara Mengatasinya

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Senin, 20 April 2026 | 06:23 WIB
Ilustrasi sleep paralysis, ketika seseorang sulit terbangun dari tidur yang dikaitkan dengan fenomena  (Pexels/Los Muertos Crew)
Ilustrasi sleep paralysis, ketika seseorang sulit terbangun dari tidur yang dikaitkan dengan fenomena (Pexels/Los Muertos Crew)

SketsaNusantara.id - Fenomena "ketindihan" saat merasa kesulitan bangun masih sering dianggap sebagai gangguan makhluk gaib oleh sebagian masyarakat Indonesia.

Padahal, dalam dunia medis kondisi ini dikenal sebagai Sleep Paralysis, yaitu keadaan ketika seseorang sadar tetapi tidak mampu menggerakkan tubuh saat akan tidur atau bangun.

Belakangan ini, beredar sebuah video viral di Instagram memperlihatkan seorang pria yang mengaku cemas karena sering mengalami ketindihan sehingga merasa kesulitan bangun dari tidurnya.

Dalam rekaman tersebut, matanya terlihat setengah terbuka, wajahnya berkedut, bahkan kepalanya bergerak tidak beraturan hingga akhirnya ia bisa menggerakkan tubuhnya dan benar-benar terbangun dari tempat tidur.

Baca Juga: Tanda Kelelahan Ekstrem, Tidur dengan Mulut Terbuka Ternyata Bisa Memicu Komplikasi Kesehatan, Ini Penjelasannya Menurut Medis

Video tersebut memicu berbagai reaksi hingga dianggap ketindihan yang mendapat respons dari dokter Dion Haryadi.

Dokter yang kerap membagikan konten seputar kesehatan itu memberikan penjelasan medis terkait fenomena tersebut yang disebut sebagai sleep paralysis atau "kelumpuhan saat tidur".

Menurut dr. Dion, saat tidur normal, otak dan tubuh sebenarnya bekerja selaras. Otak menghentikan sementara sebagian fungsi otot tubuh agar kita tidak bergerak aktif saat bermimpi dan kondisi ini disebut sebagai bagian dari fase tidur Rapid Eye Movement (REM) sleep.

Baca Juga: Diduga Kelelahan, Michelle Ziudith Tumbang di Rumah Sakit Pasca Jumpa Pers Film Assalamualaikum Baitullah di Bioskop

"Saat tidur, otak dan tubuh kita itu sama-sama tidur. Otak akan nyuruh semua otot dalam tubuh kita untuk diam, jadi kamu nggak tiba-tiba loncat loncat atau berdiri kalo kamu mimpi sesuatu yang menyeramkan atau pas lagi kesenengan ketemu ayang," ujarnya dalam video unggahannya di akun Instagram @dionharyadi, dikutip SketsaNusantara.id pada hari Senin, 20 April 2026.

"Pada saat sleep paralysis, otakmu sudah bangun, tapi belum sempat mengirim sinyal ke tubuh. Jadi kamu sadar, tapi tidak bisa bergerak," jelasnya.

Mengutip dari situs resmi Kementerian Kesehatan RI, sleep paralysis adalah keadaan transisi yang terjadi ketika seseorang mengalami kelumpuhan sementara untuk bereaksi, bergerak atau berbicara ketika tertidur (hypnagogic) atau saat bangun dari tidur (hypnopompic).

Baca Juga: Apa Itu Bipolar? Kenali Gejala Gangguan Kesehatan Mental yang Jadi Penyebab Pelajar SMA Lompat dari Lantai 3 Mall Paragon Solo

Sleep paralysis ditandai dengan ketidakmampuan orang tersebut untuk menggerakan otot saat tidur. Lantas, kenapa kondisi ini bisa terjadi?

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Instagram @dionharyadi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X