Sleep paralysis umumnya terjadi karena adanya gangguan pada pola tidur.
Beberapa faktor yang paling sering memicu kondisi ini adalan kurang istirahat atau kebiasaan begadang yang menimbulkan jadwal tidur yang tidak teratur dan stres karena tekanan hidup hingga kelelahan berlebih.
Dalam beberapa kasus, sleep paralysis juga dapat berkaitan dengan gangguan tidur lain seperti Insomnia atau Narcolepsy.
Dokter Dion mengatakan bahwa sleep paralysis bisa terasa menyeramkan dan kerap dianggap sebagai hangguan hal-hal mistis karena munculnya halusinasi.
"Hal yang paling mengerikan saat sleep paralysis adalah ketika kamu juga mengalami halusinasi entah melihat bayangan aneh-aneh. Itu bukan hantu, tapi karena otakmu yang masih setengah bermimipi," kata dokter Dion.
Para penderita sleep paralysis bahkan bisa merasa seperti melihat bayangan, mendengar suara-suara aneh atau merasakan adanya tekanan di dada seolah ada hal ghaib yang menindih dan membuat badan susah bangun.
Baca Juga: Pulau yang 'Tak Pernah Istirahat' sejak 1613, Jadi Saksi Peralihan Kekuasaan dari Banten ke VOC
Namun, secara ilmiah, hal ini terjadi karena otak masih berada dalam kondisi setengah bermimpi. Artinya, sensasi tersebut bukanlah hal gaib, melainkan efek dari aktivitas otak yang belum sepenuhnya terbangun.
Jika anda tiba-tiba mengalami "kelumpuhan" atau sleep paralysis, dokter Dion membagikan beberapa cara yang bisa membantu.
"Kalo misalnya kamu mendadak ketindihan, jangan panik. Coba kamu tidur lagi, tutup mata dengan pikiran lebih rileks, dan jangan bayangin aneh-aneh,"
"Kalo kamu mau bangun, coba kamu gerakin satu bagian tubuh dulu, misal jari. Dengan begitu, otak akan sadar dan memberikan sinyal untuk membangunkan tubuhmu," jelasnya.
Pencegahan paling efektif untuk mengurangi "ketindihan" adalah dengan memperbaiki kualitas tidur. Usahakan atur jadwal tidur cukup 7–9 jam setiap malam dan menjaga jam istirahat yang konsisten.
Kengelola stres dengan baik, salah satunya dengan menghindari penggunaan gadget sebelum tidur atau menciptakan suasana kamar yang nyaman sehingga pikiran bisa lebih rileks.
Artikel Terkait
Kembali Bugar! Ini 4 Olahraga Terbaik untuk Detoks Tubuh Setelah Libur Lebaran
Sering Pinjam Earbuds Teman? Dokter Peringatkan Risiko Infeksi Telinga hingga Penyakit Serius
Kenapa Bau Kaki Mirip Keju Busuk? Dokter Ungkap Penjelasan Ilmiahnya dan Cara Mencegahnya
Ternyata Bakso Adalah Produk Emulsi: Begini Penjelasan Sains di Balik Tekstur Kenyalnya
Handuk Wajah vs Tisu, Mana Lebih Aman untuk Kulit Wajah? Begini Penjelasan Dokter Spesialis Mikrobiologi
Apa Penyebab Penyakit Campak Pada Orang Dewasa? Berikut Gejala, Risiko Komplikasi hingga Cara Mengatasinya