SketsaNusantara.id - Di tengah meningkatnya kebutuhan darah untuk pasien di berbagai rumah sakit, sebuah aksi kemanusiaan di Kabupaten Jember mencuri perhatian. Tanpa hadiah maupun suvenir, puluhan warga tetap datang untuk mendonorkan darah mereka.
Kegiatan donor darah yang digelar di Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari, pada Rabu, 24 Juni 2026, berhasil mengumpulkan 63 kantong darah. Perolehan tersebut menjadi bukti tingginya partisipasi masyarakat dalam membantu menjaga ketersediaan stok darah.
Aksi yang digerakkan oleh pemerintah desa bersama PMI Kabupaten Jember itu berlangsung di balai desa setempat. Meski tidak disertai pembagian suvenir seperti beberapa kegiatan sebelumnya, antusiasme warga tetap tinggi sejak pagi hari.
Kegiatan donor darah di Desa Bangsalsari memang bukan agenda baru. Program tersebut telah berlangsung secara rutin setiap dua bulan sekali dan secara konsisten mampu menarik partisipasi masyarakat dalam jumlah besar.
Pada pelaksanaan kali ini, seluruh pendonor berasal dari masyarakat setempat. Kehadiran mereka didorong oleh kesadaran sosial untuk membantu sesama, terutama pasien yang membutuhkan transfusi darah.
Data yang dihimpun dari kegiatan tersebut menunjukkan terdapat 81 warga yang mendaftarkan diri sebagai pendonor. Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan, sebanyak 63 orang dinyatakan memenuhi syarat untuk mendonorkan darah.
Baca Juga: Jemaat Gereja HTSPM Sempusari Jember Donor Darah Setelah Ibadah, PMI Berhasil Kumpulkan 22 Kantong
Sementara itu, 18 calon pendonor lainnya belum dapat mengikuti proses donor. Mereka dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan pada saat pemeriksaan awal yang dilakukan petugas medis.
Kepala Desa Bangsalsari, Nur Kholis, menyampaikan apresiasinya kepada warga yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, tingginya jumlah pendonor menunjukkan semangat gotong royong masih terjaga di tengah masyarakat.
"Kami bersyukur dan bangga atas kesadaran warga yang luar biasa, kegiatan ini murni sosial tanpa pembagian suvenir, namun warga tetap datang untuk mendonorkan darahnya. Ini bukti bahwa gotong-royong kemanusiaan masih tertanam di desa kami," ujar Nur Kholis.
Kegiatan donor darah tersebut dilaksanakan melalui kerja sama antara Pemerintah Desa Bangsalsari dan Unit Donor Darah PMI Kabupaten Jember. Kolaborasi itu menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan darah yang setiap hari dibutuhkan oleh pasien di berbagai fasilitas kesehatan.
Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, menyebut jumlah kantong darah yang berhasil dikumpulkan dalam satu kali kegiatan tingkat desa merupakan capaian yang sangat baik. Ia menilai hasil tersebut memiliki kontribusi penting terhadap pemenuhan kebutuhan darah di Kabupaten Jember.
Menurutnya, kebutuhan darah di Kabupaten Jember terus berubah setiap hari. Karena itu, kegiatan donor darah yang dilakukan secara rutin memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan stok.
Artikel Terkait
Bolehkah Orang Bertato dan Punya Tekanan Darah Rendah Jadi Pendonor? Cek 8 Syarat Donor Darah yang Berlaku di PMI
KSR PMI Jember Gelar Humanity Action di SMPN 13 Jember, Edukasi PHBS untuk Cegah Penyakit saat Musim Kemarau
PMI Jember Gelar Donor Darah dalam Acara Jalan Sehat Gerakan Nasional Migran Aman di Alun-Alun, Kumpulkan Belasan Kantong Darah
Begini Cara PMI Jember Menyiapkan Relawan Masa Depan, Puluhan Siswa MTs Al Azhar Digembleng Selama 2 Hari
Siapkan Regenerasi Relawan PMI Jember, PMR Wira SMAN Mumbulsari Gelar Diklat Lanjutan