SketsaNusantara.id - Pemerintah Kabupaten Jember berencana melakukan reaktivasi Bandara Notohadinegoro, untuk bisa memperlancar mobilitas masyarakat.
Dengan kondisi tersebut, Pemkab Jember masih terus berdiskusi untuk membuka rute Jember-Bali PP.
Anggota DPR RI Fraksi PKB Rivqy Abdul Halim mengatakan, reaktivasi Bandara Notohadinegoro masih terus dilakukan agar cepat terealisasi sehingga untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi.
“Pembicaraan terus dilakukan karena persoalan penerbangan ini penting, karena mempermudah masyarakat beraktivitas,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin, 4 Agustus 2025.
Proses penjajakan terus dilakukan, Gus Rivqy menjelaskan bahwa maskapai Lion Air akan diberikan subsidi dari Rusdi Kirana.
“Memang setelah saya berkomunikasi dengan Pak Rusdi Kirana, beliau menyampaikan kalau nanti akan disubsidi dari Pak Rusdi dan juga kami sampaikan ke bupati untuk memberikan subsidi untuk Lion Air,” paparnya.
Politisi PKB menambahkan, akan melakukan komunikasi dengan Angkasa Pura agar mendapatkan kuota rute Jember-Bali.
“Kami akan melakukan komunikasi dengan Angkasa Pura, agar memberikan rute Jember-Bali,” imbuhnya.
Kendati demikian, pihaknya menerangkan setelah Bandara Notohadinegoro aktif maka akan dibahas pengembangannya ke depan.
“Sekarang terutama aktif dulu, baru kita nanti bahas pengembangannya mulai penambahan rute, bila perlu penambahan landasan pacunya,” tegasnya.
Langkah pengaktifan kembali Bandara Notohadinegoro ini menurutnya, selaras dengan keinginan dari Presiden Prabowo untuk mempercepat konektivitas antar daerah.***