Minggu, 19 Juli 2026

Wilayah Jember Kota Diterjang Banjir Genangan, Ketua DPC PKB Jember Ayub Minta Pemerintahan Baru Segera Berikan Atensi

Photo Author
Angga Juli Setiawan, Sketsa Nusantara
- Senin, 5 Mei 2025 | 16:55 WIB
Ketua DPC PKB Jember Ayub Juanidi saat dikonfirmasi. (Angga Juli Setiawan/SketsaNusantara.id)
Ketua DPC PKB Jember Ayub Juanidi saat dikonfirmasi. (Angga Juli Setiawan/SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id - Saat hujan turun cukup lebat, beberapa kali kecamatan kota di Kabupaten Jember mengalami banjir genangan.

Padahal, sebelumnya tidak pernah terjadi banjir genangan karena aliran air hujan langsung menuju ke sungai.

Melihat fenomena tersebut, Ketua DPC PKB Jember Ayun Juanidi mengatakan agar ini menjadi perhatian dari pemerintah daerah untuk segera berbenah.

Baca Juga: Bupati dan Wakil Bupati Diisukan Tak Harmonis, Ketua DPC PKB Jember Ayub: Jangan Mau Dikompori Orang Tak Bertanggungjawab

"Seperti kemarin saat hujan di beberapa titik di Kecamatan Kota ini sudah banjir genangan, padahal aliran sungainya debit air nya tidak tinggi," ujarnya saat dikonfirmasi di DPC PKB, Senin 5 Mei 2025.

Dirinya menilai, dampak dari banjir genangan ini dikarenakan drainase yang ada di wilayah kota ini sudah tertutp bangunan.

"Kalau kita lihat saat ini drainasenya paling tinggal sekitar 70-80 cm saja, padahal seharusnya di atas 1 meter," imbuhnya.

Baca Juga: Istimewa! Sambut Ramadan dengan Riang Gembira, DPC PKB Jember Gelar Ngabuburit Festival Band dan Bagi-Bagi Takjil Gratis

"Maka perlu langkah serius dari Pemkab Jember, untuk bisa segera melakukan perbaikan dan mencarikan solusi terbaiknya," tuturnya.

Ayub menyampaikan, jika persoalan drainase ini bukan hanya menjadi tanggungjawab Pemerintah Kabupaten Jember, melainkan juga semua pihak termasuk masyarakat.

"Masyarakat juga memiliki tanggungjawab, agar tidak membuang sampah sembarangan. Kemudian jika mendirikan bangunan di atas drainase harus, dipikirkan luasan drainase agar tidak mengganggu aliran air," tegasnya.

Baca Juga: DPC PKB Jember Desak Pemkab Jember Minta Maaf, Usai Ribuan Tenaga Honorer yang Bakal Dirumahkan

Bila hal ini terus dibiarkan, maka Ayub menilai akan memiliki dampak yang besar kepada masyarakat.

"Bisa saja kendaraannya kemasukkan air, kemudian rusak dan membutuhkan biaya untuk membetulkan. Atau bahkan bisa masuk rumah dan merusak perabotan, nah ini dampaknya besar," tuturnya.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X