Tampak korban menyandarkan kepala seolah tak bisa mengendalikan tubuhnya yang diperkirakan dalam keadaan mabuk akibat mengonsumi obat-obatan terlarang.
"Dia (Brigadir Nurhadi) sepertinya dalam kondisi fly dan mabuk. Karena sebelumnya, bersama dengan Haris Chandra konsumsi (narkoba). Semuanya (termasuk Kompol Y) konsumsi obat riklona dan inex," ungkap Yan.
Pengacara M tak menampik kliennya sempat berpesta dengan Nurhadi beserta atasannya yang juga ditemani wanita inisial P.
Namun, pesta tersebut berakhir dan Ipda H ditemani wanita inisial P menginap di hotel lain. Sementara itu, Kompol Y beristirahat di kamar dan saat itu korban bersantai di kolam renang villa ditemani M.
"Saat itu si Nurhadi tetap Villa, dia berenang ditemani si Misri sambil main HP, makanya dia (mengambil) video ini," ucap Yan.
Video momen terakhir Brigadir Nurhadi seketika viral dan ramai jadi perbincangan warganet yang menimbulkan spekulasi baru di kalangan publik.
Simpati publik yang awalnya mengalir pada Nurhadi mulai berubah menjadi keraguan dan kecurigaan, terutama setelah pengakuan Misri soal pesta dan penggunaan narkoba, didukung dengan video singkat yang menunjukkan gerak-gerik korban.
"Awalnya prihatin, kasian dengan korban tapi bingung mau percaya siapa, ternyata sebelum meninggal alm (almarhum) sempat mabuk, kelihatan di videonya kayanya menikmati banget momen sama si ceweknya ini," komentar salah satu warganet.
"Jadi bener ada pesta, miras, narkoba? Astaghfirullah kelakuan aparat makin gak bisa dipercaya. Gak kasian sama korban, kasian anak istri," imbuh netizen lainnya.
Sebelumnya, kasus ini dianggap sebagai sebagai kecelakaan oleh pihak keluarga korban yang diduga Nurhadi tenggelam setelah ditemukan di dasar kolam renang.
Namun, ditemukan beberapa kejanggalan setelah ditemukan sejumlah luka parah di jenazah Nurhadi yang mengindikasikan adanya tindak kekerasan sebelum korban meninggal dunia.