Minggu, 19 Juli 2026

Tak Butuh Popularitas! BNN Tidak Lagi Mengekspos Berita Penangkapan Artis Pengguna Narkoba yang Dikhawatirkan Bisa Jadi 'Bumerang', Ini Penjelasannya

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Senin, 30 Juni 2025 | 09:00 WIB
Potret Badan Narkotika Nasional (BNN) yang tak lagi mengekspos soal penangkapan artis pengguna narkoba karena dikhawatirkan jadi 'Bumerang' (Instagram/infobnn_ri)
Potret Badan Narkotika Nasional (BNN) yang tak lagi mengekspos soal penangkapan artis pengguna narkoba karena dikhawatirkan jadi 'Bumerang' (Instagram/infobnn_ri)

SketsaNusantara.id - Badan Narkotika Nasional (BNN) baru-baru ini membuat kebijakan yang menarik perhatian publik.

BNN kini tidak lagi mengekspos penangkapan artis yang terlibat kasus penyalahgunaan narkoba, khususnya bagi publik figur pengguna obat-obatan terlarang, bukan bandar atau pengedar narkoba.

Keputusan ini diumumkan oleh Kepala BNN sejak hari Jumat, 27 Juni 2025 lalu sebagai bagian dari strategi baru dalam menangani kasus narkoba di kalangan selebriti.

Baca Juga: Punya Efek Halusinasi hingga Merusak Sistem Saraf, Kenapa Kecubung Tidak Termasuk Golongan Psikotropika? Begini Penjelasan BNN

Langkah ini diambil dengan alasan tak butuh popularitas bahkan dikhawatirkan bisa memunculkan efek "bumerang", kok bisa?

Kepala BNN menyatakan bahwa instansinya tak lagi mengekspos besar-besaran terhadap kasus artis pengguna narkoba karena justru dapat menjadi "bumerang" bagi upaya pemberantasan narkoba.

Menurut Marthinus, ekspos besar-besaran berita penangkapan artis pengguna narkoba malah jadi "kampanye gratis" untuk mempromosikan penggunaan obat-obatan terlarang.

Baca Juga: Sudah 25 Tahun, Begini Nasib Program Rehabilitasi Narkoba Anak Jalanan Selepas Kepergian Bunda Iffet

"Kalau kita menangkap artis pengguna narkoba dengan hiruk pikuk dan disebarkan lewat media sosial secara berlabihan, kita justru sedang mengampanyekan narkoba secara gratis," ucap Kepala BNN, Marthinus Hukom, dikutip SketsaNusantara.id dari postingan akun Instagram @tanta.rempong.official pada hari Minggu, 29 Juni 2025.

"Karena perhatian media dan masyarakat terlalu besar, sehingga orang berpikir, pantas jadi artis karena pakai narkoba," tuturnya.

Hukom menyoroti bahwa publikasi yang berlebihan, terutama di media, sering kali mengalihkan fokus dari bahaya narkoba ke sensasi seputar kehidupan pribadi artis, seperti gaya hidup, keluarga, atau masa lalu mereka.

Baca Juga: Fachri Albar Ditangkap Kedua Kalinya, Publik Kaget! Jejak Kelam Narkoba dalam Keluarga Ahmad Albar Kembali Terbongkar

Alih-alih menciptakan efek jera, pemberitaan besar-besaran ini dikhawatirkan dapat memicu rasa ingin tahu di kalangan masyarakat, terutama bagi generasi muda yang menimbulkan rasa penasaran hingga nekat mencoba narkoba karena dianggap bagian dari gaya hidup glamor.

Kebijakan ini didasarkan pada pengamatan BNN bahwa ekspos media terhadap kasus artis tidak selalu efektif dalam menekan angka penyalahgunaan narkoba.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X