Sementara itu, menurut pengamat hingga pakar penerbangan umum dan penyelamatan Gerry Soejatman, lokasi korban membuat proses evakuasi dengan helikopter cukup mustahil.
Bahkan Gerry melalui akun X-nya @GerryS mengungkapkan, sekali pun cuaca cerah, proses evakuasi menggunakan helikopter dengan medan seperti Rinjani akan cukup menyulitkan.
Alasannya, helikopter milik Basarnas tidak memiliki kemampuan untuk melakukan hosting (mengangkat/menurunkan barang/orang dengan tali dari dan ke helikopter) tidak memadai.
“Heli Basarnas tidak akan bisa melakukan hosting rescue korban, mau cuacanya bagus sekalipun,” tulisnya.
Gerry juga menambahkan, meski Basarnas menggunakan Blackhawk, dengan lokasi korban yang berada di ketinggian 9.400 kaki, tetap tidak mungkin dilakukan.
“Untuk perbandinga, Blackhawk aja hover OGE max di 6.200 ft,” cuit Gerry lagi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!