Postingan ini mencuri perhaian publik yang ditonton lebih dari 11 ribu kali di X hingga ramai jadi perbincangan netizen usai diunggah ulang di Instagram.
Banyak warganet mengecam tindakan penjual es teh dan menyebut korban mengalami pelecehan secara verbal.
Tak sedikit pula netizen yang mendesak pemilik stan memecat karyawannya karena menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat termasuk mahasiswi di sekitar kampus UNEJ.
"Yang merasa owner stan es teh ini mending pecat aja sih pekerja kaya gitu meresahkan pembeli aja, gak ada etika," komentar akun @mrs***ce.
"Aku juga pemilik UMKM jualan baju tapi ya gak pernah kepikiran pengen benerin baju pelanggan, emang gak suopan itu termasuk pelecehan verbal mending diberhentikan saja bikin jelek nama usahanya," komentar akun @she****ff.
Menanggapi kritikan publik, pihak pemilik stan es teh akhirnya memberikan klarifikasi setelah curhatan warganet tersebut viral.
Dalam pernyataan tertulis, pemilik stan minta maaf dan disebutkan bahwa pelaku ternyata bukan pegawai dan berada di lokasi karena membantu adiknya.
"Halo, kami pihak lapak yang disebut dalam menfess ini. Kami menyampaikan permohonan maaf kepada yang bersangkutan atsa kejadian tidak menyenangkan tersebut," tulis pemilik usaha dikutip SketsaNusantara.id dari akun @EsTehDandangKal pada hari Selasa, 17 Juni 2025.
"Saat ini kami sudah memastikan bahwa orang yang bersangkutan (pelaku) bukan karyawan kami, namun saat itu ia berada di lapak dengan niat membantu adiknya yang bertugas. Adiknya adalah karyawan kami," tuturnya.
Pihak lapak es teh juga menanggapi serius kasus ini dan memberikan arahan kepada karyawan agar kejadian serupa tak terulang kembali.
"Kami menindaklanjuti kejadi ini secara serius dengan melarang yang bersangkutan untuk datang ke lapak kami," tegasnya
"Kami juga memberikan arahan kepada seluruh tim kami untuk memperbaiki sikap dalam pelayanan di lapak kami," sambungnya.