SketsaNusantara.id - Aksi penipuan yang semakin marak belakangan ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Belum lama ini, viral video yang menunjukkan seorang pria diduga menjadi korban gendam atau hipnotis melalui sambungan telepon, hingga hampir membahayakan nyawanya sendiri.
Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, tampak pria tersebut nekat berjalan di tengah Jalan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Ia terlihat sangat fokus mendengarkan suara dari ponselnya, seolah tidak sadar sedang berada di jalur lalu lintas yang ramai dan berbahaya.
Beruntung, pria berbaju merah itu bisa dipinggirkan beberapa driver ojol yang melintas. Korban lantas disadarkan hingga akhirnya bisa kembali pulang ke rumah.
Kejadian ini ramai mencuri perhatian publik dan menjadi pengingat bahwa aksi penipuan menggunakan metode hipnotis bahkan bisa dilakukan melalui telepon.
Video pria yang diduga korban hipnotis juga memicu kekhawatiran warganet. Lantas, bagaimana ciri-ciri aksi penipuan dengan metode hipnotis melalui panggilan telepon dan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal ini?
Gendam biasanya dikaitkan dengan metode hipnotis yang biasanya dilakukan dengan menyampaikan sugesti atau pesan tertentu melalui alam bawah sadar seseorang.
Hipnotis merupakan bagian dari ilmu hipnoterapi yang kerap digunakan untuk metode penyembuhan pasien dengan gangguan kecemasan, atau trauma berat.
Namun, ilmu ini kerap dimanfaatkan sebagai modus tindak kejahatan seperti penipuan untuk mengambil barang berharga milik orang lain.
Agus Purnomo, Praktisi Psikologi Klinis menjelaskan bahwa gendam kerap dikaitkan dengan hipnotis meski metodenya sedikit berbeda. Pelaku gendam ini memiliki keterampilan yang bisa menandai target atau calon korban yang menurutnya mudah untuk dipengaruhi.
Aksi ini ternyata juga bisa dilakukan tanpa tatap muka langsung bahkan bisa dikendalikan dari jarak jauh melalui panggilan telepon. Hal ini bisa terjadi pada seseorang yang pikirannya dalam keadaan kosong atau saat kondisi psikis tidak stabil sehingga lebih mudah untuk dikendalikan melalui jarak jauh.
"Kondisi ini terjadi biasanya kalau ada orang yang kondisi psikisnya atau emosi tidak stabil, sedang berada di tempat yang ramai tapi dia merasa sendirian," ucap Agus dikutip SketsaNusantara.id dari siaran radio Suara Surabaya.
Artikel Terkait
Dewa Budjana Bongkar Penipuan Modus WhatsApp, Gitaris GIGI: Bukan Nomor Saya!
4 Fakta Menarik di Balik Misteri Perempuan Asal Indramayu Mengaku Jadi Korban TPPO Usai Menikah dengan Pria dari China, Bermula dari Modus Ini!
Biar Gak Apes Jelang Lebaran, Intip 3 Modus Penipuan Berkedok Jasa Tukar Uang Lewat Online, Diduga Sudah Makan Korban
Modus Aldy Maldini Mantan Personil CJR yang Dituding Tilep Duit Fans, Jumlah Korban Diduga Sebanyak Lebih dari 20 Orang
Kronologi Aksi Pencurian Melibatkan 2 WNA di Jember, Maling Spesialis iPhone Jawa-Bali Akhirnya Ditangkap, Ternyata Ini Modus yang Digunakan Pelaku
Dituding Tipu Fans Lewat Modus Dinner Berbayar, Aldy Maldini Klarifikasi dan Janji Kembalikan Uang