Minggu, 19 Juli 2026

Waspada! Penipuan dengan Metode Hipnotis Ternyata Bisa Dilakukan Melalui Sambungan Telepon, Begini Ciri-Ciri dan Cara Mengatasinya

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Selasa, 10 Juni 2025 | 11:30 WIB
Ilustrasi - aksi penipuan menggunakan metode hipnotis yang dilakukan melalui sambungan telepon (pexels/pixabay)
Ilustrasi - aksi penipuan menggunakan metode hipnotis yang dilakukan melalui sambungan telepon (pexels/pixabay)

"Saat seseorang sudah berhasil diberikan sugesti-sugesti dan tidak melawan, maka sudah pasti orang tersebut bisa dikendalikan," tutur Agus.

Meski begitu, keberhasilan aksi gendam via telepon bergantung pada kondisi psikologis korban dan keahlian pelaku. Tidak semua orang rentan terhadap teknik ini, terutama bagi mereka yang memiliki tingkat kewaspadaan tinggi.

Oleh karena itu, Agus memberikan beberapa tips yang bisa digunakan untuk mencegah terjadi hipnotis agar tak menjadi korban penipuan melalui telepon. Salah satunya diusahakan untuk selalu fokus pada sesuatu dan jangan terlalu sering melamun.

Baca Juga: Modus Penipuan Marak saat Lebaran! Ini Cara BRI Lindungi Nasabah dari Kejahatan Siber

"Tipsnya, kita harus terus menjaga kewaspadaan. Cara paling mudah untuk menjaga kesadaran kita adalah dengan mengatur pernafasan serta selalu mengingat Tuhan," ujar Agus.

Menurut Agus, setiap orang memiliki sinyal untuk menolak berbicara dengan orang asing. Namun, dengan kondisi psikologis yang kemungkinan bisa berubah sewaktu-waktu bisa membuat orang lengah dan terperangkap dalam jebakan oknum pelaku aksi penipuan ini.

"Sebetulnya tubuh kita ini memiliki sinyal. Ada kewaspadaan dan rasa tidak nyaman yang muncul saat tiba-tiba ada orang asing yang menghampiri atau berkomunikasi dengan kita," kata Agus.

"Namun, kadang kondisi psikologis yang tidak stabil itulah yang mengizinkan pelaku masuk ke alam bawah sadar kita," imbuhnya.

Baca Juga: Viral Laporan Kehilangan Ponsel di Pesawat oleh Penumpang, Garuda Indonesia Bebastugaskan Seluruh Awak Kabin yang Bertugas untuk Investigasi

Ia juga mengingatkan untuk tidak mudah bingung atau panik saat mendapat berita yang belum tentu benar dari orang asing yang tak dikenal.

"Saran saya, jangan mudah bingung dan jangan mudah kaget saat mendapatkan telepon dari orang asing yang tidak dikenal. Jaga mood atau emosi agar tetap stabil," katanya.

"Kalau punya masalah, jangan berlarut-larut apalagi kalau sampai melamun jadinya psikis gak stabil dan pikiran kosong," tuturnya.

"Apabila menerima telepon dari orang tidak dikenal, maka harus dicek fakta terlebih dahulu terkait kebenarannya, jangan mudah dipengaruhi," pungkasnya.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X