Ia juga mendorong budaya pendidikan ulang bagi orang dewasa sebagai budaya dan agenda nasional.
Mantan Menteri Pendidikan ini juga mengusulkan penguatan program seperti Paket A, B, C, dan Universitas Terbuka sebagai jalur utama re-entry, sehingga semua orang bisa mendapat pendidikan yang layak.
Tak kalah penting pelatihan yang relevan dengan kebutuhan nyata. Menurutnya, pelatihan bukan soal keterampilan tapi menuju arah hidup yang baru.
"Belajar bukan lagi hal memalukan tapi membanggakan. Petani bisa belajar mengelola sensor irigasi, penjahit mempelajari desain pola digital, dan pedagang kaki lima diajarkan promosi melalui media sosial," tutur Anies.
Selain itu, Anies menyarankan adanya pengakuan pengalaman kerja sebagai bagian dari pendidikan melalui Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).
Tujuannya agar para pekerja lepas seperti tukang bangunan atau juru masak hingga perawat lansia dapat memperoleh sertifikasi resmi yang meningkatkan daya saing mereka.
Dengan mengoptimalkan bonus demografi melalui pendidikan ulang, Indonesia dapat memastikan bahwa usia produktif menjadi aset, bukan beban.
"Dulu kita berani membangun sekolah dalam jumlah besar secara cepat karena kita tahu itu penting. Hari ini, keberanian yang sama juga dibutuhkan," kata Anies.
"Mari kita tuntaskan tangga pendidikan yg dulu terhenti. Agar tak ada yang tertinggal, karena masa depan tak akan menunggu," pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini