Minggu, 19 Juli 2026

Pernah Dibahas Gibran, Anies Baswedan Sebut Bonus Demografi di Indonesia Bisa Beresiko Jadi Beban Tanpa Pendidikan yang Memadai, Ini Solusinya

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Jumat, 2 Mei 2025 | 13:35 WIB
Anies Baswedan ikut soroti bonus demografi yang menjadi tantangan bagi Indonesia apalagi jika pemerintah tidak menyediakan sarana pendidikan yang memadai (Instagram/aniesbaswedan)
Anies Baswedan ikut soroti bonus demografi yang menjadi tantangan bagi Indonesia apalagi jika pemerintah tidak menyediakan sarana pendidikan yang memadai (Instagram/aniesbaswedan)

Ia juga mendorong budaya pendidikan ulang bagi orang dewasa sebagai budaya dan agenda nasional.

Baca Juga: Profil Ki Hajar Dewantara, Sosok di Balik Peringatan Hardiknas Tanggal 2 Mei, Keturunan Sultan Mataram yang Dijuluki Bapak Pendidikan

Mantan Menteri Pendidikan ini juga mengusulkan penguatan program seperti Paket A, B, C, dan Universitas Terbuka sebagai jalur utama re-entry, sehingga semua orang bisa mendapat pendidikan yang layak.

Tak kalah penting pelatihan yang relevan dengan kebutuhan nyata. Menurutnya, pelatihan bukan soal keterampilan tapi menuju arah hidup yang baru.

"Belajar bukan lagi hal memalukan tapi membanggakan. Petani bisa belajar mengelola sensor irigasi, penjahit mempelajari desain pola digital, dan pedagang kaki lima diajarkan promosi melalui media sosial," tutur Anies.

Selain itu, Anies menyarankan adanya pengakuan pengalaman kerja sebagai bagian dari pendidikan melalui Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

Baca Juga: Tagar Kabur Aja Dulu Viral jadi Tren, Bunda Corla Vokal Sentil Wamenaker Terkait Syarat Kerja Tak Masuk Akal: Nggak Wajar, Mau Ngapain?

Tujuannya agar para pekerja lepas seperti tukang bangunan atau juru masak hingga perawat lansia dapat memperoleh sertifikasi resmi yang meningkatkan daya saing mereka.

Dengan mengoptimalkan bonus demografi melalui pendidikan ulang, Indonesia dapat memastikan bahwa usia produktif menjadi aset, bukan beban.

"Dulu kita berani membangun sekolah dalam jumlah besar secara cepat karena kita tahu itu penting. Hari ini, keberanian yang sama juga dibutuhkan," kata Anies.

"Mari kita tuntaskan tangga pendidikan yg dulu terhenti. Agar tak ada yang tertinggal, karena masa depan tak akan menunggu," pungkasnya.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: X @aniesbaswedan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X