news

Dari Pegawai Kolonial hingga Raja Perkebunan, Sepenggal Kisah George Birnie dan Sejarah Lahirnya Jember Modern

Senin, 7 April 2025 | 20:18 WIB
Buku 10 tahun perjalanan perusahaan LMOD, yang didirikan George Birnie (Dok. Arsip Sudut Kalisat)

Hingga di tahun 1873, Birnie memutuskan memutuskan untuk kembali ke tanah Belanda.

"Mula-mula ia menetap di Velp. Pada tahun 1876 George Birnie pindah ke kediamannya di Deventer bersama sang istri, Rabina,"

Meski ia tak lagi berada di Jember, namun perusahaannya tetap berjalan di bawah kendalinya. Ia juga mempercayakan perusahaan hasil rintisannya kepada Gerhard David Birnie.

Baca Juga: Inilah Bioskop Tertua di Jember, Dibangun Tahun 1940-an, Sempat Ditentang Soekarno, Riwayatnya Kini Mengenaskan

"Selama menikmati hidup di tanah leluhurnya, George Birnie lebih banyak menulis dan
tertarik pada urusan kuliner, terlebih tentang nilai gizi gula tebu,"

Selain menuliskannya, Birnie juga memperjuangkan hak atas gula agar dilindungi sebagai bagian dari makanan populer.

Masa senggangnya ia isi dengan mempelajari fisiologi dan teologi secara mendalam. George
Birnie adalah pengagum ajaran Buddha. Ia juga kagum pada gagasan tentang keabadian,
sebuah kepercayaan milik orang-orang Hindu," lanjutnya.

Baca Juga: Dibangun Tahun 1952, Kini Jadi Satu-Satunya Bioskop Legendaris yang Masih Bertahan di Jember, Tidak Banyak yang Tahu

George Birnie wafat pada 20 Mei 1904, di usianya yang baru menginjak 73 tahun. Sosoknya yang mengantarkan Jember kini dikenal sebagai Kota Tembakau.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini

Halaman:

Tags

Terkini