"Birnie melihat Jember sebagai wilayah yang jarang populasi, dengan hamparan tanah yang masih jarang ditanami. Ia berencana mencoba menanam tembakau Na Oogst untuk bahan cerutu," jelasnya.
Hingga akhirnya Birnie mulai merintis usahanya besama rekannya, Mr. C. Sandenberg Matthiesen dan van Gennep.
Tepat di tanggal 21 Oktober 1859, Birnie dan kedua rekannya mengesahkan usaha mereka dengan nama NV. Landbouw Maatsccappij Oud Djember atau sering disingkat LMOD.
Usaha yang dibangunnya ini memang tak langsung berjalan mulus. Birnie harus merasakan kerugian terlebih dahulu di awal-awal merintis. Bahkan ia mengalami kerugian berturut-turut di tiga tahun pertama, 1859, 1860, 1861.
Meski begitu tak membuat Birnie menyerah menekuni usahanya di bidang perkebunan tembakau ini. Di masa krisis, George Birnie juga mencoba produksi tanaman lain, seperti kopi dan gula.
Kesabaran dan ketekunan Birnie membuahkan hasil. Hingga di suatu massa, Birnie telah mencapai "waktunya" dalam mengembangkan bisnisnya.
Tepatnya saat pecah perang antara Prancis-Prusia atau Prancis-Jerman di tahun 1870, bersamaan dengan diberlakukannya UU Agraria di Hindia Belanda.
Baca Juga: 6 Arti Logo Kabupaten Jember Jawa Timur, Ada Padi dan Kapas Melambangkan Sama seperti Pancasila?
Momen ini menyebabkan harga tembakau dunia naik sedemikian rupa. Sontak saja kejadian tersebut membuat pengusaha di Jember menjadi orang kaya dalam beberapa tahun hingga mampu mengatur bisnisnya secara penuh dalam waktu singkat.
"Di sekitar tahun 1874, pengusaha baru yang memutuskan untuk tinggal di Jember semakin
banyak, seiring terjadinya kemunduran budaya tanam tembakau di Lumajang,"
Usaha Birnie ini semakin maju. Bahkan ia bisa mengalahkan usaha Franssen van de Putte di Sukowono, Jember.
"Perusahaan-perusahaan lama maupun baru yang tak kuat bertahan, ditawarkan pada George Birnie,"
Artikel Terkait
Apa itu Festival Pegon? Intip Asal Mula Tradisi Unik yang Tetap Dilestarikan di Jember Merayakan Riyoyo Kupat Pasca Lebaran
Misteri Prasasti Kuno di Jember, Jejak Sang Marucana dari Tahun 989 Saka yang Masih Belum Terpecahkan
Melihat Peninggalan Kerajaan Nusantara di Jember, Prasasti Lumbung dengan Pahatan Unik dan Aksara Kuno yang Masih Menyimpan Misteri hingga Kini
Catat! Ini Rekomendasi 3 Apotek 24 Jam di Sekitar Kampus Jember, Butuh Obat Tengah Malam Gak Perlu Khawatir Lagi
Puncak Arus Balik Diprediksi Terjadi Hari Ini, PT KAI Daop 9 Jember: Jumlahnya Mencapai 12 Ribu Penumpang
Usulan Perubahan Perda SOTK, Ketua Bapemperda DPRD Jember Hanan Kukuh: Ada 5 OPD yang Dilebur