news

Siapa Pencetus THR? Profil Soekiman Wirjosandjojo, Perdana Menteri yang Lahirkan Tradisi 'Hadiah Lebaran' di Indonesia

Selasa, 11 Maret 2025 | 18:00 WIB
Soekiman Wirjosandjojo, sosok di balik lahirnya THR di Indonesia (Kolase YouTube Dhida Ramdani, Pixabay.com/@ekoanud)

 

SketsaNusantara.id - Tradisi memberikan Tunjangan Hari Raya atau THR menjelang lebaran cukup umum di Indonesia.

Bahkan ‘tradisi’ yang lahir pada tahun 1951 tersebut juga diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2024 dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan.

Namun tak banyak yang tahu, siapa pencetus THR pertama kali. Ia adalah Soekiman Wirjosandjojo, sosok di balik lahirnya tradisi THR di Indonesia.

Baca Juga: Kenapa THR Cair Sebelum Lebaran? Begini Asal Usul Tunjangan Hari Raya yang hanya Ada di Indonesia, Ternyata Ada Sejak Zaman Mataram!

Menurut pakar Antropolog Universitas Airlangga, Djoko Adi Prasetyo, budaya THR tercetus pada era kabinet Soekiman Wirjosandjojo dari Partai Masyumi.

Pada tahun 1951, Soekiman Wirjosandjojo yang menjabat sebagai Perdana Menteri ke-6 Indonesia ingin memberikan tunjangan kepada Pamong Pradja (saat ini ASN).

Tujuan diberikannya THR saat itu yakni untuk meningkatkan kesejahteraan aparatur negara.

Baca Juga: THR Wajib Dibayar! Ini Sanksi bagi Perusahaan yang Lalai, Bisa Terseret Hukum Jika Tak Berikan Tunjangan Hari Raya ke Karyawan

Namun ke depannya, THR juga mulai diberikan kepada kaum pekerja dan buruh pada tahun 1952.

Tak banyak informasi mengenai Soekiman Wirjosandjojo, namun dinukil dari buku karya Muchtaruddin Ibrahim berjudul DR. Sukiman Wirjosandjojo Hasil Karya dan Pengabdiannya, terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1985, Soekiman Wirjosandjojo adalah anak bungsu dari 4 bersaudara.

Ia merupakan adik dari Satiman Wirjosandjojo, pendiri dan ketua Jong Java yang juga wakil peserta Kongres Pemuda.

Baca Juga: 4 Poin Penting Prabowo Terkait Kebijakan Pemberian THR untuk Driver Ojek Online, Kapan Bonus Dicairkan dan Berapa Besarannya?

Soekiman Wirjosandjojo lahir di Solo, 19 Juli 1898 dari keluarga yang sederhana.

Ayahnya, Wirjosandjojo merupakan pedagang di Kota Solo sekaligus tokoh gerakan sosial Islam Muhammadiyah.

Halaman:

Tags

Terkini