Sabtu, 18 Juli 2026

Prabowo Lepas Kepulangan Erdogan dengan Pelukan Hangat, Bahas Palestina hingga Kerja Sama Strategis

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 13 Februari 2025 | 09:38 WIB
Prabowo melepas keberangkatan Erdogan. (Dok. Tim Media Prabowo)
Prabowo melepas keberangkatan Erdogan. (Dok. Tim Media Prabowo)

SketsaNusantara.id - Presiden RI Prabowo Subianto mengantarkan kepulangan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, usai kunjungan kenegaraannya di Indonesia.

Perpisahan keduanya berlangsung akrab, ditandai dengan pelukan hangat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu 12 Februari 2025.

Setibanya di Halim, Erdogan turun dari mobil dan langsung memeluk Prabowo. Pelukan itu berlangsung beberapa detik sebelum keduanya berjalan bersama menuju tangga pesawat.

Prabowo pun membalas dengan menepuk punggung Erdogan sebagai tanda persahabatan.

Baca Juga: 'Ojo Kemajon' Falsafah Jawa yang Diajarkan Jokowi Terhadap Gibran dalam Mendampingi Presiden Prabowo Subianto, Ini Artinya...

Kunjungan Erdogan ke Indonesia kali ini menjadi momen bersejarah dalam hubungan diplomatik kedua negara.

Selain memperingati 75 tahun kerja sama RI-Turki, pertemuan ini juga diwarnai penandatanganan 12 nota kesepahaman (MoU) di berbagai sektor strategis.

Salah satu isu utama dalam pertemuan bilateral Prabowo dan Erdogan adalah Palestina.

Erdogan secara terbuka memuji Indonesia atas sikapnya yang tegas dalam membela hak-hak Palestina di tengah konflik yang terus berlangsung.

"Mengenai masalah Palestina, saya mengapresiasi sikap bangsa Indonesia yang sangat tegas," ujar Erdogan di hadapan Prabowo saat pertemuan di Istana Kepresidenan Bogor.

Baca Juga: Viral Curhatan Penyiar Radio Akibat Dampak Efisiensi Anggaran Presiden Prabowo Subianto, Anak Dapat Makan Gratis Orang Tua Harus diPHK...

Lebih lanjut, Erdogan menegaskan komitmen Turki untuk terus bekerja sama dengan Indonesia dalam upaya pemulihan Palestina pascakonflik.

Ia menilai, kemerdekaan penuh Palestina dengan ibu kota di Yerusalem Timur tak bisa lagi ditunda.

"Saya ingin menekankan lagi dengan tegas bahwa ‘East Jerussalem’ yang didirikan pada 1967 kemerdekaannya dan kedaulatannya berdirinya negara Palestina yang merdeka itu tak bisa diundur-undur lagi," tegasnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X