Happy Wulansari selaku Corporate Secretary Patra Niaga juga menegaskan bahwa aturana baru dari pemerintah ini justru menguntungkan masyarakat.
Sebab menurutnya dengan regulasi baru ini maka masyarakat sebagai konsumen akan mendapatkan harga eceran sesuai dengan aturan harga tertinggi (HET).
Artinya pembelian gas ini hanya dilayani secara resmi di pangkalan Pertamina dengan menyediakan akses link bagi masyarakat untuk mengetahui titik yang menyediakan gas elpiji 3 kg tersebut.
Pemerintah menekankan bahwa apa yang mereka lakukan terhadap kebijakan penyediaan elpiji 3 kg ini membuat masyarakat kelimpungan mengantri.
Namun pemerintah tetap bersikukuh bahwa hal itu merupakan upaya memudahkan masyarakat serta mengupayakan masyarakat memperoleh harga sesuai HET.
"Bisakah Prabowo lengserkan Bahlil dan diganti yang baru," tulis @Merr***.
"Perbanyak pangkalan, jangan cuma ambil gagasan. Perhitungkan orang pedesaan yang jarak tempuhnya jauh," ujar @nan***
"Lihat kenyataan dilapangan, situasimya bagaimana bikin susah aja ni menteri," lanjut @Bin***.
Rupanya masyarakat yang merasakan langsung efek dari kebijakan baru tersebut justru memprotes, sebab kebijakan baru yang baru berjalan 3 hari tersebut dinilai masyarakat sangat menyusahkan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Geger Fenomena Antrean Panjang Warga Indonesia, Rela Demi Gas Elpiji 3 Kg Usai Ada Aturan Baru, Netizen: Demen Banget...
Dinas Penanaman Modal dan PTSP Jember Sebut CV Indomorida, Belum Miliki Izin Usaha Pendirian Toko Berjaringan
Babak Akhir Toko Berjaringan di Jember, Komisi B DPRD Jember Perintahkan CV Indomorida Copot Logo dan Tak Beroperasi Lagi
Aliansi Masyarakat Bersatu Tuntut Pembukaan Akses Jalan Rambipuji-Puger, Komisi C DPRD Jember Segera Koordinasikan ke Pemprov Jatim
UMKM Jadi Penggerak Ekonomi, BRI Dorong Inklusi Keuangan dan Digitalisasi di Microfinance Outlook 2025