SketsaNusantara.id - Sejak diberlakukan larangan pengecer jual gas elpiji 3 kg masyarakat mulai gelisah sebab mengaku kesulitan mendapatkan barang.
Namun bagi pemerintah hal itu diambil untuk mempermudah masyarakat memperoleh elpiji 3 kg dengan harga yang sesuai.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPASTV, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan hal ini dilakukan untuk mencegah ada permainan di tingkat pengecer.
Baca Juga: Tiga Kapolsek di Jombang Resmi Dilantik, Kapolres Tekankan Profesionalisme dan Dedikasi
Menurut Bahlil Lahadalia, harga elpiji 3 kg yang selama ini beredar di masyarakat memberatkan masyarakat serta pengguna yang banyak yang tak tepat sasaran.
"Maaf tidak bermaksud curiga ini, ada sekelompok orang yang membeli elpiji dengan jumlah yang tak wajar," ujar Bahlil Lahadalia.
Menurut Bahlil jumlah pembelian yang tidak wajar dengan harga yang dimainkan maka hal itu bukanlah hal yang wajar.
Untuk itu Bahlil menegaskan bahwa elpiji 3 kg tak lagi dijual di pengecer merupakan sebuah tindakan penertiban.
"Dalam rangka menertibkan ini, maka kami buatlah regulasi," tambahnya.
"Bahwa belilah di pangkalan karena harga di pangkalan bisa di kontrol," imbuhnya lagi.
Menurut Bahlil tindakan ini diambil pemerintah dalam rangka mengontrol regulasi harga pasar yang bisa dikendalikan jika aturan baru ini dibuat.
Dimana masyarakat hanya bisa membeli elpiji 3 kg di pangkalan sehingga masyarakat bisa memperoleh harga yang sama.
Artikel Terkait
Geger Fenomena Antrean Panjang Warga Indonesia, Rela Demi Gas Elpiji 3 Kg Usai Ada Aturan Baru, Netizen: Demen Banget...
Dinas Penanaman Modal dan PTSP Jember Sebut CV Indomorida, Belum Miliki Izin Usaha Pendirian Toko Berjaringan
Babak Akhir Toko Berjaringan di Jember, Komisi B DPRD Jember Perintahkan CV Indomorida Copot Logo dan Tak Beroperasi Lagi
Aliansi Masyarakat Bersatu Tuntut Pembukaan Akses Jalan Rambipuji-Puger, Komisi C DPRD Jember Segera Koordinasikan ke Pemprov Jatim
UMKM Jadi Penggerak Ekonomi, BRI Dorong Inklusi Keuangan dan Digitalisasi di Microfinance Outlook 2025